Tetap Bertahan di Surabaya, Ternyata Ini Alasan Tri Rismaharini

  Sabtu, 22 Februari 2020   Adib Auliawan Herlambang
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (suara.com)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini rela melepaskan ambisi kekuasaan demi menjamin keberlangsungan anak-anak sebagai generasi penerus. Hal itu ternyata yang menjadi alasan dirinya tetap bertahan di Surabaya. 

Risma juga menyoroti anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di Pondok Sosial Kalijudan. Diketahui, kepedulian orang nomor satu di Surabaya ini kepada anak-anak yang begitu besar. 

"Saya melihat seorang anak itu nanti yang akan menggantikan kita semua. Menggantikan saya dan seluruh pemimpin," kata Risma, dalam acara Talkshow ROSI bertajuk "Jalan Politik Risma" yang tayang di Kompas TV, pada Kamis (20/2/2020).

Ia mengaku akan sangat menyesal jika anak-anak mendapat arahan yang salah selama masa kepemimpinannya.

AYO BACA : Rocky Gerung Sebut Wali Kota Surabaya Suka Bully Orang

"Kalau anak-anak ini memilih jalan yang salah, mungkin karena saya, sehingga dia tidak dapat ruang maka itulah penyesalan saya sebagai pemimpin," ujar Risma.

Rosi lalu menayangkan cuplikan dari anak-anak berkebutuhan khusus di Pondok Sosial Kalijudan yang mengaku kangen dengan Risma.

"Benar enggak kata orang-orang, ibu sering mengunjungi mereka, momen pertemuan dengan anak-anak berkebutuhan khusus itu adalah momen refleksi seorang Tri Rismaharini?" tanya Rosi.

"Ya. Disitulah kemudian saya tahu bahwa saya enggak boleh liat di atas terus. Mereka, kita kadang enggak tahu orang tuanya siapa," jawab Risma.

AYO BACA : Polda DIY Tetapkan 1 Tersangka Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi

Ia lalu menceritakan seorang anak yang berkebutuhan khusus di sana telah ditinggalkan kedua orang tuanya.

Anak itu tinggal bersama sang nenek. Ketika neneknya meninggal, Risma meminta anak tersebut untuk tinggal di Pondok Sosial Kalijudan.

Semakin lama, Risma menemukan semakin banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang perlu dibantu. Ia menemukan mereka di jalanan. Menurut penjelasan Risma, anak-anak ini berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia.

"Jadi, yang saya sedih, saya enggak tahu besok mereka bagaimana," ungkap Risma yang air matanya berlinang.

Risma menegaskan bahwa karena anak-anak inilah ia tidak mau meninggalkan Surabaya untuk mengejar kekuasaan yang lebih tinggi lagi.

"Yang saya takutkan itu. Kalau saya sampai meninggalkan, saya belum selesai waktu saya, kemudian saya tinggalkan karena ambisi saya, anak-anak ini bagaimana kalau ada apa-apa?" ungkapnya.

AYO BACA : 353 Siswa Putus Sekolah Diterima Magang, Wali Kota Risma Sujud Syukur dalam Menangis


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar