Mahfud MD Sebut Tak Ada Tanda-tanda Reshuffle

  Minggu, 23 Februari 2020   Adib Auliawan Herlambang
Menkopolhukam Mahfud MD (suara.com)

BANDUNG, AYOSEMARANG.COM -- Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Jokowi-Ma'ruf Amin mencuat bersamaan dengan publikasi hasil survei kepuasan publik atas kinerja para menteri yang dilakukan Indo Barometer belum lama ini.

Berdasarkan survei Indo Barometer, disebutkan menteri dengan kinerja terbaik adalah Prabowo, dengan tingkat kepuasan mencapai 26,8%. Menteri yang kinerjanya dinilai bagus di urutan berikutnya adalah Menkeu Sri Mulyani (13,9%), Menteri BUMN Erick Thohir (12,6%), Menkopolhukam Mahfud MD (7,3%), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (5,2%), dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (1,8%).

AYO BACA : Omnibus Law Bakal Merevisi UU Pers, Mahfud MD: UU Ini untuk Mempermudah

Hasil survei juga menunjukkan menteri dengan kepuasan kinerja di bawah 1% mendominasi ketimbang mereka yang dinilai berkinerja baik. Survei yang sama juga menyebut 54,4% responden merasa puas terhadap kinerja para menteri kabinet.

Menanggapi hal tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan isu tersebut tidak muncul di lingkungan kerja kabinet. Menurut dia, Presiden Jokowi pun tidak pernah menyinggung soal reshuffle tersebut.

AYO BACA : Cegah Korsleting Listrik saat Musim Hujan, Begini Tips Aman dari PLN

"Saya enggak tahu. Kalau di kabinet enggak ada isu reshuffle. Biasanya kalau kayak gitu setelah ada hasil survei masyarakat berspekulasi. Padahal di tingkat presiden sendiri enggak pernah nyinggung reshuffle," ungkapnya ketika ditemui selepas mengisi seminar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu (23/2/2020).

Menurut Mahfud, bongkar pasang menteri merupakan hak prerogatif presiden. Terlepas dari itu, dia tidak menangkap adanya tanda-tanda Jokowi bakal melakukan reshuffle menteri.

"Tanda-tandanya juga enggak ada. Itu, kan, hanya dari hasil survei. Boleh saja orang berspekulasi. Kalau dari presiden sendiri isyarat-isyarat itu enggak ada," bebernya.

Terkait hasil survei yang menunjukkan adanya sejumlah menteri dengan tingkat kepuasan kinerja rendah, Mahfud menuturkan hal tersebut tidak mengganggu kinerja para menteri. Mahfud juga menyebut hasil survei tidak penting. 

"Mau (peringkat) 10, 23, 30, enggak penting. Tapi itu bagus juga biar masyarakat tahu," ujarnya. (Nur Khansa Ranawati)

AYO BACA : Sah! Pemerintah Tak akan Pulangkan WNI Eks ISIS ke Tanah Air


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar