Nabi Ibrahim Minta Lima Hal Setelah Bangun Kabah

  Minggu, 01 Maret 2020   Abdul Arif
Direktur Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf (Lembkota) Kota Semarang, H. Zahri Johan memberikan ceramah di kegiatan Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) bertempat di Masjid Nurul Iman II, Jl. Kalicari Timur 15, Palebon, Pedurungan, Semarang, Minggu (1/3/20). (Usman Roin)

PEDURUNGAN, AYOSEMARANG.COM-- Ratusan umat muslim mengikuti rutinan Pangajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) yang kali ini bertempat di Masjid Nurul Iman II, Jl. Kalicari Timur 15, Palebon, Pedurungan, Semarang, Minggu (1/3/20)

Hadir di pengajian Ketua Umum Yayasan Amal PAPB Semarang, Prof. Dr. H. M. Ali Mansyur, jajaran pengurus, H. M. Sayuti, H. Muhadi, Ketua Takmir enam Masjid, penceramah H. Zahri Johan dan ratusan jamaah PAPB Semarang yang antusias mengikuti pengajian.

Mewakili Ketua Yayasan Amal PAPB Semarang, H. M. Sayuti mengajak kepada jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah. Salah satunya dengan datang ke pangajian ini dalam rangka silaturrahim dan thalabuilmi.

“Keberadaan pengajian ini sudah ke-989 kali putaran. Mudah-mudahan ngaji kita istikamah dan ketika saatnya dipanggil Allah, kita menjadi husnul khatimah,” ajaknya.

Diakhir sambutan, Sayuti juga mohon doa terhadap program-program Yayasan. Dalam pelaksanaan pembangunan dan pengurusan izin SD Islam Terpadu PAPB yang berada di Jl. Kauman 7 No. 6. Selain itu juga keberadaan katering, dan juga optimalisasi lahan di Kelurahan Sawah Besar yang telah selesai pengurukan, paparnya.

Selaku penceramah, H. Zahri Johan mengajak untuk senantiasa istikamah dalam hadir di majlis. Terlebih, istikamah itu lebih mulia dari seribu karomah. Direktur Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf (Lembkota) Kota Semarang itu juga menerangkan firmah Allah, surah Al Baqarah:127, di mana ayat ini bercerita ketika Nabi Ibrahim meninggikan fondasi Kabah bersama Ismail yang sebelumnya bangunannya sudah ada.

Demi memperjelas dan mengokohkan bangunan Kabah, Nabi Ibrahim dan Ismail membangunnya lebih baik. Waktu itu lebarnya 11 sampai 12 meter, panjang 16 meter, tingginya kurang lebih 4,5 meter. Karena terlalu tinggi bangunannya, jadi Nabi Ismail sampai meletakkan batu disamping Kabah sebagai tempat Nabi Ibrahim memanjat hingga bisa melihat atas.

Zahri melanjutkan, setelah bangunan kabah jadi, Allah Swt senang dan menawarkan permintaan kepada Ibrahim dan Ismail. Akhirnya, Nabi Ibrahim dan Ismail memohon lima permintaan yang beliau ajukan. Ia menegaskan, permintaan Ibrahim inilah yang harus kita telaah sebagai pelajaran hidup, antara lain:

Pertama, Nabi Ibrahim minta diterima amal ibadahnya, anak dan keturunannya. Di sini, Nabi Ibrahim tidak minta bayaran, pahala, setelah membangun Kabah. Inilah pelajaran yang bisa kita ambil dari beliau, yakni keikhlasan. Tidak berupa materi dalam memohon, melainkan mohon keridaan atas apa yang telah dilakukan. Mudahnya, Nabi Ibrahim beserta Ismail justru banyak bersyukur karena Allah Swt atas segala nikmat yang diberikan.

Kedua, mohon untuk menjadikan Ibrahim dan anaknya ini orang-orang yang tunduk, patuh,  pasrah kepada Allah. Terkait dengan ini, ada nasehat Ibnu Attaillah as Sakandari, kalau kita masih meminta perihal kebutuhan dunia, ini artinya kurang mengenal Allah yang hakikatnya sudah menjamin kita. Dalam nasehat lain, bahwa sebaik-sebaik permohonan adalah mohon pertolongan, hidayah Allah sebagaimana yang dicontohkan Ibrahim serta Ismail.

Lalu yang ketiga, ajari kami bagaimana cara beribadah setelah kabah jadi. Keempat-nya, mohon taubat ketika kekurangan selama membangun kabah. Dan yang kelima, sebagaimana termaktub dalam surah Al Baqarah: 129, Nabi Ibrahim memohon agar dibangkitkan Rasul dari keturunan Nabi Ismail. Yakni Rasul yang bisa memberikan penjelasan atas firman Allah Swt, memberikan syafaat, hingga lahirlah kepada kita baginda Nabi Muhammad Saw, pungkasnya.

Usman Roin, Jamaah Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) Semarang

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar