Deposito Air Lereng Gunung Jaminan Untung Air Bersih Berkualitas

  Sabtu, 21 Maret 2020   Adib Auliawan Herlambang
Air bersih mengalir dari lereng Gunung Ungaran, di Sungai Semirang Dusun Gogik Kabupaten Semarang (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Dusun Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, bukanlah dusun yang langka air, apalagi langganan kekeringan. Wajar saja, karena dusun itu teletak di lereng Gunung Ungaran yang kaya dengan air. Lihat saja, di titik tinggi dusun yakni di kawasan hutan Semirang mengalir deras air bening melintasi bebatuan.

Namun siapa sangka, justru di dusun yang kaya dengan sumber air itu, warganya dengan sukarela “menanam” air di halaman rumahnya. Setidaknya lebih dari seratus titik sumur resapan dibangun sebagai cara “menanam air” untuk tabungan air bersih.

“Ya istilahnya bisa menanam, bisa menabung, bisa apa saja lah, yang penting sumur resapan ini dibangun sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada lingkungan yang telah memberi banyak berkahnya untuk manusia,” kata Madhib, Kepala Dusun Gogik, Kabupaten Semarang.

Madhib lantas menjelaskan, sumur-sumur resapan tersebut dibangun dan diprakarsai oleh USAID IUWASH PLUS, PDAM, serta elemen masyarakat lainnya, Hasilnya, kini mulai dirasakan manfaatnya. Sejumlah warga dusun yang ditemui juga membagikan pengalamannya sebelum dan sesudah adanya sumur resapan.

“Biasanya kalau musim hujan begini, genangan air di halaman rumah saya cukup bikin jeblok pekarangan dan sekitarnya, sekarang tidak lagi karena air masuk ke sumur resapan,” kata Suwarni salah seorang warga dusun Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Sementara Agus, salah seorang warga lainnya juga menyatakan bahwa sumur resapan yang dibangun oleh USAID memberi manfaat lainnya yakni dengan “memutus” arus mata air dari Gunung Ungaran agar tidak semuanya meluncur turun, mengingat beberapa desa di bawah dusunnya juga menggali sumur bor.

“Setidaknya mata air hulu masuk kembali ke tabungan via sumur resapan, jadi anak cucu masih bisa menikmati air murni Gunung Ungaran yang tersimpan di sumur resapan,” kata Agus.

Manfaat sumur resapan juga tidak hanya berhenti di situ, karena jauh dari desa tersebut puluhan ribu penduduk Kota Semarang yang berada di hilirnya juga mendapatkan jaminan air minum yang berkualitas.

“Data catatan resmi dari PDAM Tirto Mudal Semarang mengenai kenaikan debit air di DAS Garang memang belum kami terima namun kami percaya, sumur-sumur resapan ini sangat membantu saudara-saudara kami yang berada di Kota Semarang untuk mendapatkan bahan air minum yang berkualitas,” terang Madhib.

Posisi Kabupaten Semarang yang permukaan tanahnya berada lebih tinggi dari Kota Semarang, menjadi tumpuan kebutuhan air bersih bagi penduduk Kota Semarang. Madhib juga berkisah, pada awalnya untuk meyakinkan agar wargnya mau bergotong royong dan terlibat membangun sumur resapan memerlukan pendekatan khusus, khas manusia Jawa yang menghargai Sang Pencipta.

“Mengajak warga dusun di sini agar tanah pekarangannya boleh dibuat sumur resapan memang tidak dramatis laiknya pembebasan lahan berbayar yang harus gontok-gontakan karena kenyataannya warga dengan sukarela mempersilahkan tanahnya digunakan untuk sumur resapan” kata Madhib.

Meski demikian, ia juga memerlukan pendekatan istimewa agar warganya mau dengan senang hati merespon pembuatan sumur resapan.

“Saya melihat ketulusan hati warga, itu sudah cukup menjadi modal utama saya untuk menegaskan kembali bahwa niat baik membantu sesama manusia sama saja dengan taruh deposito di akhirat,” sambung Madhib sembari tersenyum.

Berkat pendekatan versi deposito akhirat itulah, ratusan titik sumur resapan kini ada tersebar di tujuh desa di kaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Madhib juga mengapresiasi setiap warganya yang merespon dengan cepat soal tanggung jawab penyelamatan lingkungan.Ia pun tak henti-hentinya mengingatkan warganya untuk konsisten merawat sumur-sumur resapan yang sudah ada.

“ Oleh karenanya berulang kali saya sampaikan agar warga tetap rukun, guyub dan tetap tulus ikhlas merawat lingkungan, menjaga mata air tetap bersih, dan tentu saja merawat sumur resapan,” ujarnya.

Di ujung perbincangan, ia pun menegaskan bahwa langkah ini disebutnya nyaris tak terlihat namun nyata manfaatnya.

“Tak banyak yang tahu memang soal menabung air ini, jika dari jauh saja bisa ikut berkontribusi mendorong terciptanya air bersih berkualitas untuk seluruh warga Kota Ungaran dan Semarang, semoga langkah ini juga menginspirasi yang lainnya untuk memulai membuat sumur resapan di wilayah masing-masing,” tutupnya.

-Retno Manuhoro, anggota SIEJ / Society of Indonesian Environment Jurnalist

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar