Setelah Virus Korona, Kini Muncul Virus Hanta di Tiongkok

  Rabu, 25 Maret 2020   Abdul Arif
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Youtube BNPB)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Tiongkok kembali membuat dunia heboh. Setelah kemunculan virus korona yang hingga kini belum tertangani, kini muncul virus baru bernama hanta virus atau virushanta.

seorang warga di Tiongkok meninggal dunia setelah beberapa jam dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengaku pemerintah Indonesia tidak memikirkan munculnya virus hanta tersebut di Tiongkok. Pasalnya kata Yurianto, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tidak mengumumkan apapun terkait virus hanta.

Enggak, kami enggak mikirin itu. WHO juga enggak membuat declare. WHO nggak men-declare apapun, ujar Yurianto saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/3/2020).

Ketika ditanya apakah virus hanta tidak menular, Yurianto tak mengetahuinya. Sebab hingga kini WHO belum mengumumkan terkait virus tersebut.

AYO BACA : Kehilangan Indera Penciuman Bisa Jadi Gejala Virus Korona

Ya enggak tahu saya. Selama WHO tidak men-declare, saya juga enggak mencari-cari biarin saja. Saya kan tidak memelihara berita yang enggak jelas, katanya.

Diketahui, di tengah meredanya virus korona di Tiongkok, muncul kembali virus lain yang disebarkan oleh tikus, yaitu virus hanta atau hantavirus.

Virus ini ternyata telah menyebabkan kematian seorang pria asal Yunnan, Tiongkok, hanya dalam beberapa jam setelah dinyatakan positif virus hanta.

Sebanyak 32 orang lainnya pun sudah diperiksa dan saat ini dokter tengah menunggu hasil tes mereka, lapor The Health Site.

Dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hantavirus atau virus hanta termasuk dalam keluarga Bunyaviridae yang disebarkan oleh tikus.

AYO BACA : Soal Kapan Wabah Covid-19 Berakhir, Begini Prediksi Bill Gates

Virus ini menyebabkan sindrom paru virus hanta atau hantavirus pulmonary syndrome (HPS).

Seseorang dapat terinfeksi virus ini dengan mengirup partikel virus dari urin, tetes atau air liur hewan pengerat. Gigitan dari inang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan infeksi paru ini.

Gejala awal dari HPS termasuk demam, kelelahan, dan nyeri otot di paha, pinggul, punggung, dan bahu. Orang yang terinfeksi juga dapat mengalami sakit kepala, pusing, kedinginan, sakit perut, muntah, mual, hingga diare.

Empat hingga 10 hari setelah fase awal penyakit akan muncul gejala HPS lain, seperti batuk dan sesak napas.

Beberapa orang yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi ini mengaku gejala yang mereka rasakan seperti ada tali yang mengikat atau bantal yang menutupi wajah sehingga mereka merasa kesulitan bernapas. Ini terjadi ketika paru-paru telah dipenuhi oleh cairan.

HPS dapat berakibat fatal dan memiliki tingkat kematian 38 persen.

AYO BACA : Jepang Selesai Kembangkan Vaksin Covid-19, Seperti Apa Hasilnya?


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar