Tiongkok Desak Amerika Rilis Hasil Kesehatan Tentara AS, Diduga Pasien Korona Pertama

  Rabu, 25 Maret 2020   Abdul Arif
Ilustrasi tentara Amerika Serikat. (AFP)

WUHAN, AYOSEMARANG.COM-- Polemik terkait asal muasal virus korona atau covid-19 antara Tiongkok dan Amerika Serikat terus memanas. Kini Tiongkok mendesak agar negeri Paman Sam itu mengumumkan hasil kesehatan seorang tentaranya yang berkunjung ke Wuhan Oktober 2019 lalu.

Satu tentara AS bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien 0 alias manusia pertama di dunia yang terjangkit virus korona Covid-19. Dia juga diduga menjadi penyebar virus itu saat di Wuhan.

Mengalihbahasakan dari Global Times, netizen dan pakar di Tiongkok mendesak agar pemerintah Amerika Serikat merilis informasi kesehatan seorang delegasi militer yang pernah datang ke Wuhan.

Tentara tersebut datang ke Wuhan untuk mengikuti Pertandingan Militer Dunia pada Oktober 2019 lalu sebelum virus korona mencuat.

Tiongkok mendesak pembukaan informasi kesehatan tersebut dan mengungkap apakah dugaan mereka bahwa tentara tersebut membawa virus ke Wuhan benar adanya.

AYO BACA : Lahir di Tengah Wabah, Bayi Ini Diberi Nama Korona

Sebelumnya, George Webb, jurnalis investigasi di Washington DC mengklaim bahwa salah satu atlet militer Amerika bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien nol dari virus yang telah melanda hampir seluruh dunia tersebut.

Webb mengungkapkan penelusurannya tersebut melalui video yang ia rilis dan Twitter-nya bahwa seorang atlet pesepeda dari delegasi militer Amerika adalah pasien nol untuk Covid-19.

Jika melihat dari data di situs web resmi Departemen Pertahanan AS, Maatje Benassi tercantum sebagai salah satu partisipan lomba balap sepeda 50 mil di Wuhan pada 15 Oktober lalu.

Webb juga menemukan bahwa sebuah laboratorium militer Fort Detrick di Maryland yang menangani organisme penyebab penyakit menular tingkat tinggi seperti Ebola telah ditutup, karena fasilitas dan sistem manajemen yang tidak memenuhi syarat.

Meski tanpa bukti kuat, penemuan Webb memicu pertanyaan di media sosial Tiongkok.

AYO BACA : Ibunda Tutup Usia, Presiden Jokowi Langsung ke Rumah Sakit DKT Solo

Warganet Tiongkok pun turut mendesak agar Amerika memeriksa kesehatan Benassi untuk Covid-19.

Li Haidong, seorang profesor studi Amerika Serikat di China Foreign Affairs University di Beijing mengatakan kepada Global Times bahwa pemerintah Amerika perlu menanggapi kontroversi ini serta mempublikasikan informasi yang relevan mengenai catatan kesehatan tentara mereka.

Menurutnya, tindakan ini perlu untuk menghapus keraguan publik dan membantu penelitian mengenai asal mula virus tersebut.

Sementara itu, meski para ilmuwan belum menemukan bukti kuat tentang asal mula virus tersebut, namun politisi Amerika berpendapat bahwa virus korona adalah murni "Made in China".

Sebelumnya, seorang diplomat China Zhao Lijian pernah melempar pernyataan bahwa ia curiga dengan seorang tentara perwakilan Amerika Serikat yang mengikuti Pertandingan Militer Dunia telah membawa virus korona baru ke Wuhan.

Zhao mendesak agar Amerika segera mengungkap informasi dan menerapkan transparansi pada kasus virus korona ini.

AYO BACA : Kenakan Masker, 2 Pasang Pengantin Gelar Resepsi di Gedung Negara Grahadi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar