Begini Cara Karantina Mandiri di Rumah bagi Pasien Positif Korona

  Rabu, 25 Maret 2020   Abdul Arif
Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Pasien positif virus korona atau Covid-19 bisa menjalani karantina mandiri di rumah. Hal itu bagi pasien yang tidak bergejala atau bergejala ringan.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pelaksaan karantina di rumah tidak sembarangan, dan wajib dilakukan dengan tepat.

Kasus positif kita konfirmasi dengan PCR kita akan minta untuk karantina. Manakala tidak ada keluhan, atau keluhan minimal, maka kita minta dia karantina di rumah selama 14 hari, ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020).

AYO BACA : Pasien Positif Covid-19 di Jateng jadi 38 Orang

Ia menjelaskan prosedur dan tatalaksana beraktivitas di rumah selama 14 hari sebagai pasien positif Covid-19, yaitu semua harus dilakukan terpisah dari keluarga. Seperti penggunaan terpisah alat makan dan minum, juga selalu menjaga kebersihan.

Makan minum gunakan alat minum tidak berganti-ganti rajin cuci tangan pakai sabun, jaga kesehatan diri, pola hidup bersih dan sehat, banyak vitamin alami dari buah dan sayur. Istirahat cukup aktivitas cukup juga, dengan begini akan pulih dan sembuh total, terang Yurianto.

Tapi tenang pemerintah tidak akan melepas begitu saja mereka yang positif di karantina mandiri di rumah. Pemerintah akan tetap melakukan pemantauan, dengan pasien melaporkan kondisi tubuhnya kepada petugas kesehatan setempat.

AYO BACA : Cegah Kerumunan Warga, Kota Tegal Dipadamkan

Selama 14 hari akan lakukan monitoring, bisa self monitoring (diri sendiri) gunakan situs online, jelasnya.

Sementara itu bagi mereka yang tidak bisa melakukan karantina mandiri, bergejala sedang atau berat seperti mengalami sesak napas atau memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti jantung, diabetes, autoimun, kanker dan sebagainya. Maka mereka akan dilakukan isolasi di rumah sakit.

Maka kelompok ini harus lakukan isolasi di rumah sakit. Pemerintah memiliki tambahan ruanh isolasi yang di cukup besar, beberapa hotel dan wisma atlet digunakan untuk kepentingan ini, dengan kasus-kasus sedang dan berat baru dirujuk, ungkap Yurianto.

Beberapa hotel dan Wisma Atlet itu memang untuk penanganan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Tapi daerah lainnya juga sudah diimbau untuk melakukan prosedur serupa.

Pemerintah daerah akan aplikasikan di daerah masing-masing dengan pola yang sama, pungkasnya.

AYO BACA : Ibunda Jokowi Meninggal, Misbakhun: Sosok Panutan Perempuan Indonesia


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar