Mahasiswa Informatika UPGRIS Juarai Muria Essay Competition 2020

  Kamis, 26 Maret 2020   Arie Widiarto
Mahasiswa jurusan Informatika Universitas PGRI Eko Prasetyo saat memaparkan esai dalam Lomba Muria Essay Competition tingkat Provinasi Jawa Tengah yang berlangsung sejak 1 Januari - 24 Maret 2020. (istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Sebanyak 3 mahasiswa jurusan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yakni Eko Prasetyo, Mustaqfirin, dan Kharisma Felix Andriyanto berhasil meraih juara II dalam Lomba Muria Essay  Competition tingkat Provinasi Jawa Tengah yang berlangsung sejak  1 januari - 24 Maret 2020.

 Essay tersebut diberi judul "Pemanfaatan Digital Currency dalam Transaksi Keuangan Menggunakan Teknologi Biometrik dan Algoritma Blockchain."

Pada babak Grand final dipilih 10 finalis dari berbagai kampus di Jawa Tengah yang mengikuti lomba ini. Eko Prasetyo mengatakan persiapannya awal dalam mengikuti lomba kali ini, mencari informasi topik seputar teknologi dari buku, jurnal, serta referensi dari dosen pembimbing Rahmat Robi Waliyansyah MKom.

AYO BACA : Jurnal The Messenger USM Kini Terindeks Web of Science, Bersiap Terindeks Scopus

Ia menyampaikan target awal mengikuti  lomba ini untuk meningkatkan motivasi untuk menciptakan suatu gagasan baru dalam bidang teknologi khusunya untuk proses transaksi. "Teknologi kami ciptakan untuk melalukan sebuah proses transaksi bisa jadi lebih cepat, aman, efektif, dan efisien,'' ungkap dia, Kamis (26/3/2020).

 Ia mengakui hasil ini tak lepas dari dukungan dari kampus berupa sarana dan prasarana, suport, serta doa.

Dekan Fakultas Tenik dan Informatika (FTI) UPGRIS Drs Slamet Supriyadi M Env St bangga dengan capaian mahasiswa FTI yang terus berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

AYO BACA : Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Wabah Covid-19, Ini 3 Jurus Pemerintah

"Kami terus membina para mahasiswa FTI, selain kuliah juga terus berlomba mengasah kemampuan diri. Agar setelah lulus para alumni memiliki kompetensi serta pengalaman yang dapat dibanggakan. Semoga prestasi mahasiswa FTI terus meningkat agar mampu bersaing secara global,"imbuh Slamet.

Ia berharap lomba ini semakin memompa semangat dan motivasi para mahasiwa maupun dosen serta mampu memberikan dukungan kepada mahasiswa lain untuk aktif menciptakan suatu gagasan baru. 

''Salah satunya gagasan yang dapat memecahkan suatu permasalahan dalam bentuk karya tulis ilmiah,'' jelasnya.

Sementara itu, dalam esainya antara lain ditulis bahwa sebuah proses transaksi barang atau jasa tidak perlu menggunakan alat pembayaran berupa uang, kartu dan alat pembayaran lainnya namun bisa menggunakan teknologi biometrik contohnya menggunakan sidik jari.

Dengan menempelkan sidik jari kita ke suatu perangkat, maka kita sudah bisa melakukan proses transaksi. Uang yang digunakan merupakan digital currency sehingga tidak perlu menggunakan uang atau alat pembayaran lainya.

''Cukup scan biometrik maka saldo pada digital currency pengguna akan otomatis berkurang sesuai dengan barang atau jasa yang dibeli. Untuk keamana data kita menggunakan algoritma blockchain agar data pengguna dapat diubah menjadi string acak atau hash,'' papar Eko.

AYO BACA : Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS Gelar Kampanye Lawan Korona


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar