Kondisi Darurat Covid-19 Buat Penonton Televisi Melonjak 50%

  Jumat, 27 Maret 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Ketua Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio mengatakan, terjadi lonjakan pemirsa televisi hingga lebih dari 50%  di tengah kondisi darurat Covid-19.

Menurutnya, hal itu menunjukkan media televisi menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi tentang Covid-19 kepada masyarakat.

"Televisi menjadi garda terdepan dalam perjuangan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah kondisi darurat Corona ini. Itu karena televisi tidak menayangkan hoaks, selalu check recheck apalagi diawasi KPI," kata Agung dalam keterangannya, seperti dikutip dari Suara.com Jumat (27/3/2020).

AYO BACA : Daftar 46 Kasus Hoaks Covid-19 di Media Sosial yang Diusut Polisi

Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream.

"Sepakat (lebih dari 50%), bahwa kondisi ini menjadikan publik percaya media mainstream," tutur Yuliandre.

Yuliandre yang saat ini juga merupakan Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2017-2021 mengatakan, banyaknya hoaks dari media sosial menjadikan publik lebih memilih media televisi yang merupakan media arus utama sebagai tontonan utama yang terpercaya.

AYO BACA : Demi Temukan Vaksin Covid-19, Negara G20 Sepakat Kumpulkan Dana 4 Miliar Dolar AS

"Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru (media sosial) yang banyak hoaks," tuturnya.

Yuliandre yang juga Presiden Komisi Penyiaran Dunia 2017-2018 (IBRAF) ini memaparkan pemirsa televisi diperkirakan naik lebih dari 50%, karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah alias work from home.

Senada dengan Yuliandre, Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution mengatakan televisi sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi.

"Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan, maka televisi sebagai sarana hiburan dan informasi banyak ditonton masyarakat," tutur Syafril.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah alias work from home.

Syafril mengatakan ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus Corona ini.

AYO BACA : MUI Terbitkan Fatwa Tenaga Medis Korona Boleh Salat dalam Kondisi Tak Suci


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar