Kominfo Minta Publik Berhenti Unduh Aplikasi Tracetogether, Mirip Aplikasi Milik Singapura

  Jumat, 27 Maret 2020   Abdul Arif
[Ilustrasi] Penyebaran virus korona. (Giant Sugianto)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Aplikasi Tracetogether yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Kamis (26/3/2020) mirip dengan aplikasi punya Pemerintah Singapura.

Aplikasi tersebut untuk melawan wabah Covid-19 di Indonesia. Karena mirip, Kemkominfo meminta publik untuk tidak mengunduh aplikasi tersebut.

Masyarakat agar tidak instal Tracetogether, kata Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli dalam pesan singkat, Jumat (27/3/2020).

AYO BACA : Update Covid-19 Dunia: 31.804 Kasus, 123.942 Orang Sembuh, dan 24.703 Jiwa Meninggal

Ia khawatir jika publik mencari aplikasi Tracetogether, mereka akan diarahkan ke aplikasi serupa milik pemerintah Singapura.

Aplikasi Tracetogether yang diluncurkan Menteri Kominfo, Johnny Plate itu tak lagi digunakan karena dinilai terlalu mirip dengan aplikasi yang fungsinya mirip milik pemerintah Singapura.

Sebagai gantinya Kominfo sedang mengembangkan aplikasi dengan fungsi sama, tetapi dengan nama lain: PeduliLindungi. Rencananya aplikasi baru itu akan mulai diuji pekan depan.

AYO BACA : Update Kasus Covid-19 di Indonesia, 1.046 Orang Positif, 87 Orang Meninggal Dunia

Kita develop terus. Kita harapkan bisa tes tracing Senin depan. PeduliLindungi yang dipakai ini sejenis dengan TraceTogether. Buatan anak negeri, jelas Ramli.

Ramli mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi dikembangkan bersama dengan salah satu perusahaan besar di Indonesia. Namun karena masih dalam proses pengembangan, Ramli meminta masyarakat untuk lebih bersabar menunggu aplikasi PeduliLindungi diluncurkan.

Mohon masyarakat bisa menunggu. Aplikasi ini bukan kita beli dari Singapura, ini dikembangkan sendiri, tutupnya.

Tracetogether tadinya bisa melacak dan menelusuri orang-orang pernah berdekatan dengan pasien atau orang positif Covid-19. Dengan aplikasi ini pemerintah bisa melacak orang-orang berisiko terjangkit Covid-19.

Tetapi nama aplikasi ini mirip dengan aplikasi Covid-19 di Singapura. Faktanya, pada pekan ini Singapura juga sudah menjadikan aplikasi itu open source sehingga bisa digunakan secara gratis oleh negara lain.

Plate, ketika ditanya apakah Tracetogether versi Indonesia adalah aplikasi buatan Singapura, menegaskan bahwa aplikasi Kominfo adalah buatan anak negeri. Tapi aplikasi itu hanya berumur sehari dan kini sudah digantikan dengan PeduliLindungi.

AYO BACA : Pingsan di Depan Apotek, Pria Ini Dinyatakan PDP


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar