Ini Penjelasan Wali Kota Tegal Soal Kebijakan Local Lockdown

  Jumat, 27 Maret 2020   Abdul Arif
Petugas Dinas Perhubungan Kota Tegal saat menutup ruas jalan di Simpang Jakarta, Kota Tegal, Minggu (22/3/2020).(Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL TIMUR, AYOSEMARANG.COM- Pemerintah Kota Tegal berencana menerapkan local lockdown dengan menutup sejumlah akses masuk ke Kota Tegal pada 30 Maret 2020.

Termasuk penutupan di jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah sekitarnya.

"Local lockdown atau isolasi lokal tetap kita laksanakan yaitu dengan membatasi akses masuk ke Kota Tegal. Kita tutup jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah tetangga," ungkap Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat dikonfirmasi di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020).

Namun, penutupan akses jalan tidak berlaku untuk jalan nasional dan jalan provinsi.

"Kita juga tahu betul kewenangan pemerintah daerah. Seperti jalur nasional dan jalur provinsi, kita tidak menyentuh itu," ucapnya.

AYO BACA : Tangkal Penyebaran Covid-19, Pertamina Region IV Jateng-DIY Lakukan Sterilisasi Tabung LPG

Dedy Yon menjelaskan, istilah local lockdown atau isolasi lokal artinya Pemkot Tegal tidak menutup semuanya hanya saja membatasi akses masuk ke Kota Tegal.

"Maksud dari lokal lockdown yaitu pembatasan di dalam kota saja. Bukan berarti kita tutup semuanya karena akses masih dibuka dan perkantoran masih jalan. Kita tidak menyentuh jalan provinsi maupun nasional," jelasnya.

Ia mengatakan, ada 49 titik yang akan dilakukan penutupan dan hanya ada satu jalur yang bisa digunakan yakni Jalan Proklamasi.

"Seluruh masyarakat yang ingin ke Kota Tegal hanya bisa melewati satu jalur yaitu di Jalan Proklamasi. Di situ akan ada tim satuan gugus tugas Covid-19 yang berjaga dan memeriksa pengendara yang lewat," jelasnya.

Penutupan sendiri akan dimulai pada 30 Maret sampai 30 Juli 2020. Namun, jika pemerintah pusat sudah menyatakan aman dari penyebaran Covid-19, pihaknya akan kembali membuka jalur tersebut.

AYO BACA : Update Kasus Korona Jateng, Jumlah ODP Capai 2.638 Orang

"Penutupan empat bulan itu tidak jadi patokan, kalau memang sudah aman, kita normalkan kembali," katanya.

Pihaknya pun telah menyiapkan beton MBC untuk menutup jalur-jalur tersebut.

"Saat ini sudah ada sekira 200 beton MBC, kita tinggal menunggu 300 beton lagi," ucapnya.

Menurutnya, kebijakan yang diambil merupakan langkah Pemkot Tegal dalam mengamankan Kota Tegal dari penyebaran Covid-19.

Telebih, Kota Tegal sudah masuk zona merah usai satu warga Kota Tegal dinyatakan positif terpapar Covid-19.

"Karena kita ketahui, yang tadinya Kota Tegal status siaga, kini sudah menjadi zona merah karena ada satu yang positif," ujarnya.

Dedy Yon mengungkapkan, dirinya tidak ingin ada warga Kota Tegal yang menjadi korban selanjutnya.

AYO BACA : Prediksi Cuaca Kota Semarang Jumat 27 Maret 2020, Berawan Berpotensi Hujan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar