Cegah Penyebaran Covid-19, IDI Minta Pemerintah Tegas Larang Masyarakat Mudik

  Sabtu, 28 Maret 2020   Adib Auliawan Herlambang
Gerbang Tol Kalikangkung dipadati kendaraan pemudik, Jumat (31/5/2019). (Ayosemarang.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Diprediksi penyebaran Covid-19 di Indonesia bakal semakin besar pada tradisi mudik menjelang lebaran tahun ini. 

Meskipun pemerintah sudah meminta masyarakat menunda mudik, tidak adanya larangan tegas membuat imbauan tersebut tidak diindahkan masyarakat.

Hal ini disadari oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih. Ia berhadarap ada langkah tegas dari pemerintah untuk melarang warga mudik dalam rangka menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19.

AYO BACA : Presiden Jokowi Siapkan 3 Skenario Mudik Lebaran 2020, Ini Penjelasannya

"Kita merekomendasikan untuk tidak ada mudik dulu. Pemerintah harus tegas untuk tidak ada mudik dulu karena ini bukan keadaan normal tapi ini keadaan darurat. Kalau ini (mudik) dipaksa dilakukan atau pemerintah tidak tegas melarang (mudik) maka resikonya penyebaran penyakit akan ada di mana-mana," ujar Daeng di Jakarta, seperti dikutip dari Suara.com, Sabtu (28/3/2020).

Selain penyebaran Covid-19, Daeng juga mengkhawatirkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di desa atau daerah yang menjadi tujuan mudik masyarakat ketika kasus Covid-19 bermunculan selama mudik.

Dia mengatakan, kontak antar manusia menyebabkan penularan Covid-19 menjadi meluas. Sementara, ketika mudik, kontak terjadi, yang membuat kemungkinan tertular penyakit Covid-19 makin besar. Oleh karena itu, pergerakan manusia itu harus dihentikan agar dapat mengendalikan penyakit Covid-19.

AYO BACA : Kisah Relawan Cegah Covid-19 di Semarang, Ingin Bermanfaat untuk Orang Lain

Fasilitas pelayanan kesehatan di desa atau daerah itu tidak selengkap di Jakarta, maka akan sulit untuk melakukan penanganan cepat pasien.

"Kalau terjadi wabah di daerah-daerah situ itu kasihan sekali pasti, fasilitas kesehatan terbatas, tenaga juga terbatas. Itu pasti juga akan menimbulkan masalah yang lebih rumit lagi," ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat bersabar untuk tidak mudik hingga pandemik Covid-19 ini dapat diatasi. Daeng juga mengimbau warga untuk menjalankan upaya menjaga jarak aman sosial (social distancing) dan isolasi mandiri untuk mencegah bertambahnya kasus Covid-19.

"Gerakan tinggal di rumah itu sudah bagus tinggal supaya dipatuhi, dan akan efektif jika ada yang mengawasi," tuturnya.

AYO BACA : Cegah Korona, Akademisi Sarankan Salaman Lebaran Lewat Video Call


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar