Gubernur Ganjar Pranowo Sebut Pemudik Masuk Kategori ODP

  Sabtu, 28 Maret 2020   Adib Auliawan Herlambang
Gubernur Ganjar Pranowo saat jumpa pers beberapa waktu lalu. (Ayosemarang.com/Vedyana)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Dalam videonya yang dirilis, pada Jumat (27/3/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, pemudik masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

"Saya sepakat dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta semua pemudik otomatis masuk kategori ODP semua," tegas Ganjar.

Ia pun memerintahkan Bupati, Wali Kota dan Kepala Desa untuk mendata siapa saja pemudik yang datang dari luar Jawa Tengah. 

"Maka Bupati Wali Kota hingga Kepala Desa agar mendata siapa saja pemudik yang sudah datang," kata dia.

AYO BACA : Update Kasus Korona Jateng, Jumlah ODP Capai 2.638 Orang

Tak hanya itu, Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta para pemudik yang sudah masuk kategori ODP melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari. Namun jika mengalami keluhan segera memeriksakan diri.

"Kemudian para pemudik ini harus mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Segera melapor jika merasakan gejala sakit agar segera ditangani," tutur Ganjar.

Pasalnya kata Ganjar, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang sangat cepat di Jawa Tengah.

Dalam waktu 3 hari pasien positif di Jawa Tengah naik menjadi 90 orang.

AYO BACA : Pulang Kondangan dari Jakarta, Balita Asal Purbalingga Tertular Covid-19

"Dalam 3 hari pasien terkonfirmasi positif melonjak dari 19 orang menjadi 40 orang dan sudah ada 6 orang yang meninggal. Jumlah orang dalam pengawasan atau ODP naik drastis hingga 3.638 orang, serta pasien dalam pengawasan ada 294 orang," ucap dia.

Ganjar menduga kenaikan siginifikan kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah karena adanya lonjakan warga perantauan yang mudik ke Jawa Tengah.

Ia mengatakan data per 26 Maret 2020, sebanyak 46.018 pemudik dari berbagai provinsi yang pulang ke Jawa tengah.

"Paling banyak ada di Wonogiri 42.838 orang, kemudian kota Semarang dan sekitarnya ada 10.979 di Cilacap ada 4.527, Jepara 2.164. Lainnya ada di Tegal Pemalang di Pekalongan, Kudus, Pati, Grobogan, kabupaten Magelang Purbalingga, Boyolali, Sragen dan Karanganyar," ucap dia.

Karena itu meminta warga Jawa Tengah yang ada di perantauan, untuk sementara tidak mudik ke kampung halamannya.

"Saya menghimbau dan mengingatkan kepada bapak ibu, jika panjenengan sayang sama keluarga di kampung, jika panjenengan semua pingin keluarga tetap sehat dan selamat urungkan niat untuk pulang kampung, tidak usah pulang kampung," katanya.

AYO BACA : Pulang dari Jakarta, Ribuan Warga Jepara Masuk Pantauan Pemprov Jateng


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar