Kondisi Force Majeure Liga 1, Begini Tanggapan Bos PSIS

  Sabtu, 28 Maret 2020   Afri Rismoko
CEO PSIS, Yoyok Sukawi. (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menanggapi tentang keputusan PSSI yang menetapkan status force majeure kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Menurutnya, pandemic Covid-19 lebih mengerikan ketimbang pembekuan kompetisi beberapa tahun lalu. 

AYO BACA : Bek PSIS Komentari Kemungkinan Terburuk Berhentinya Liga 1

“Situasinya lebih berat sekarang karena wabah Covid-19. Kalau dulu kompetisi dibekukan, kami masih boleh berkegiatan,” ujarnya.

“Saat penghentian kompetisi beberapa tahun lalu sejumlah tim sepak bola di Jawa Tengah masih bisa membuat turnamen. Bisnis masih bisa berjalan. Tapi kalau wabah Covid-19 ini benar-benar tidak ada kegiatan sama sekali demi kesehatan,” sambungnya.

AYO BACA : Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Terapkan Online Customer Service

Ia menerangkan sesuai keptususan PSSI yang kompetisi baru bergulir pada 1 Juli 2020. Ia pun menyiapkan skenario jika itu benar-benar terjadi. 

Menurutnya, jika kick off Juli maka pada akhir Mei pihaknya akan kembali menggelar latihan. Atau setelah status darurat nasional Covid-19 dicabut. 

“Jika rencananya seperti itu kita akan latihan akhir Mei atau awal Juni 2020. Jadi kita punya persiapan sebulan,” katanya.

Yoyok menyadari pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi bencana nasional. Tetapi juga mewabah hampir di seluruh penjuru dunia yang membuat liga-liga dunia juga harus berhenti.

AYO BACA : Pandemi Covid-19, PSIS Pastikan Tetap Gaji Pemain


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar