DP3A Kota Semarang Tingkatkan Partisipasi Lembaga Masyarakat untuk Keluarga Sejahtera

  Sabtu, 28 Maret 2020   Vedyana Ardyansah
ilustrasi kekerasan (pixabay)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi menjadi perhatian di sejumlah derah, termasuk Kota Semarang.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang pun terus berusaha dan berkomitmen dalam penurunan kekerasan perempuan dan anak.

AYO BACA : KDRT dan Kekerasan terhadap Anak jadi Perhatian DP3A Kota Semarang

Dari data DP3A Kota Semarang mencatat, pada tahun 2018 terjadi 310 kasus. Sedangkan di tahun 2019 cenderung menurun dengan 227 kasus. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga sangat mendominasi.

"Salah satu langkah kami ialah dengan meningkatkan partisipasi lembaga masyarakat dalam penguatan & pembinaan keluarga sejahtera serta ketahanan keluarga," ujar Kabid DP3A, Budi Satmoko, Sabtu (28/3/2020).

AYO BACA : Update Covid-19 Jateng: 55 Kasus, 6.192 OPD, dan 349 PDP

Budi menambahkan, jika DP3A juga terus berkoordinasi dengan sejumlah stake holder dalam melakukan kebijakan yang mengarah pada meningkatnya perlilaku yang positif di keluarga, maupun untuk masyarakat.

"Kita juga akanĀ  berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk bagaimana mensosialisasikan pengetahuan masyarakat tentang hukum, norma dan nilai-nilai dalam perlindungan perempuan dan anak," tambahnya.

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat jika mendapati atau menjadi korban adanya tindak kekerasan yang menyangkut perempuan dan anak bisa mangadukan hal tersebut kepada DP3A Kota Semarang.

"Harapannya kita di 2020 ini angka kekerasan pada perempuan dan anak bisa menurun dari tahun sebelumnya," katanya.

AYO BACA : LBH APIK: Pendampingan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Alami Kenaikan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar