Angka Kematian Akibat Virus Korona di Amerika Serikat Capai 2.000 Orang

  Minggu, 29 Maret 2020   Abdul Arif
Petugas kesehatan dengan menggunakan APD menangani pasien yang diduga terindikasi virus corona saat simulasi penanganan pasien yang terdeteksi virus corona di RS Margono Soekarjo Purwokerto, Senin (3/1/2020). (Suara.com/Anang Hermansyah)

NEW YORK, AYOSEMARANG.COM-- Penyebaran virus korona di Amerika Serikat kian meningkat. Korban kematian akbita Covid-19 itu telah mencapai angka 2.000 pada Sabtu (28/3/2020) waktu setempat. Demikian sebagaimana data yang dirilis Johns Hopkins University.

AYO BACA : Usai Pangeran Charles Positif Korona, Muncul Desas-desus Pangeran Harry dan William Rujuk

Sementara jumlah kasus yang terinfeksi naik menjadi 121.117 dan 961 dinyatakan telah pulih dari virus.

AYO BACA : Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Kerajaan Cocok Temani Masa Karantina di Rumah

Sebagian besar kematian dilaporkan ada di negara bagian New York dengan 626 kasus, dengan New York City sebagai pusat dengan 517 kematian.

Kematian akibat korona di AS pertama adalah pada 29 Februari di negara bagian Washington. Sebanyak 136 orang tewas di sana, diikuti oleh New Jersey dengan 86.

Data universitas yang berbasis di Maryland menunjukkan infeksi di seluruh dunia mendekati angka 660.000 dengan lebih dari 30.000 kematian. Hampir 138.000 telah pulih dari infeksi.

Setelah pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember, virus yang dikenal sebagai COVID-19, telah menyebar ke setidaknya 177 negara dan wilayah.

AYO BACA : Olimpiade Tokyo Ditunda Setahun, Kemungkinan Dilaksanakan pada Juli-Agustus 2021


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar