Dampak Virus Korona, Dunia Kekurangan Pasokan Kondom

  Minggu, 29 Maret 2020   Abdul Arif
Ilustrasi kondom (Shutterstock).

AYOSEMARANG.COM-- Seiring dengan merebaknya virus korona atau Covid-19, pasokan kondom makin menipis. Hal itu karena kekurangan pasokan kondom usai penerapan kebijakan lockdown di Malaysia demi menghambat penyebaran virus korona.

AYO BACA : Kasus Covid-19 Semakin Meningkat, Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown

Salah satu produsen kondom terbesar di dunia terpaksa menghentikan produksinya. Produsen tersebut, Karex Bhd Malaysia, memproduksi satu dari lima kondom secara global. Perusahaan itu belum menghasilkan satu kondom pun dari tiga pabriknya di Malaysia selama lebih dari seminggu akibat kebijakan lockdown.

AYO BACA : Kasus Covid-19 Global Capai 663.168, 82% Telah Sembuh

Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekurangan 100 juta kondom yang biasanya dipasarkan secara internasional oleh sejumlah merek, seperti Durex. Alat kontrasepsi tersebut juga dipasok ke sistem perawatan kesehatan berbagai negara, seperti Layanan Kesehatan National (National Heath System/NHS) Inggris atau didistribusikan oleh program bantuan, seperti Dana Populasi PBB (UN Population Fund).

Pada akhirnya pemerintah Malaysia memberi izin kepada Karex Bhd untuk memulai kembali produksi pada hari Jumat (27/3). Namun hanya dengan 50% dari tenaga kerjanya. Izin diberikan sebagai dispensasi karena dianggap sebagai industri kritis.

Akan dibutuhkan waktu untuk memulai pabrik, dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan dengan kapasitas setengahnya, kata Kepala Eksekutif Karex Bhd, Goh Miah Kiat kepada Reuters yang dikutip VOA.

Kita akan melihat kekurangan kondom di mana-mana, yang akan menakutkan, katanya. “Kekhawatiran saya adalah untuk banyak program kemanusiaan di Afrika, kekurangannya bukan hanya dua minggu atau sebulan. Kekurangan itu bisa berlangsung berbulan-bulan.

AYO BACA : Pandemi Covid-19 Terus Meningkat, Pemkab Batang Bagikan Masker Gratis


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar