Diaspora Indonesia di New York Meninggal Dunia Akibat Virus Korona

  Senin, 30 Maret 2020   Abdul Arif
[Ilustrasi] Pasiemn terjangkir virus korona. (suara.com)

NEW YORK, AYOSEMARANG.COM-- Seorang diaspora Indonesia di New York, Amerika Serikat, meninggal dunia karena terjangkit virus korona atau Covid-19, Sabtu (28/3) malam waktu setempat.

Menurut beragam sumber, pria berusia sekitar 70 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi mobil jenis limousine itu, beberapa hari lalu diketahui masih berada dalam kondisi sehat dan bekerja seperti biasa.

Namun ia kemudian menderita batuk disertai demam, sebagian dari gejala virus korona yang kini semakin meluas di seluruh dunia. Ia meninggal di Jamaica Hospital Medical Center di Queens, New York.

AYO BACA : Gelar Misa Khusus Terkait Pandemi Covid-19, Ini Doa Paus Fransiskus

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York membenarkan informasi ini.

KJRI mengatakan meskipun ia bukan lagi warga negara Indonesia, sebagai bagian dari diaspora Indonesia, maka akan tetap dibantu, “Namun prioritas utama tetap pada WNI.” Pihak KJRI belum dapat menghubungi keluarga laki-laki tersebut sehingga belum dapat memberi rincian lebih jauh.

Dari berbagai sumber diketahui bahwa saat ini sudah ada beberapa warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki gejala-gejala terjangkit virus korona dan menjalani karantina mandiri. Identitas mereka tidak diungkapkan karena masih kuatnya stigmatisasi publik dan juga ketidakjelasan status mereka di Amerika.

AYO BACA : Arab Saudi Tutup Akses Jeddah Usai Makkah, Riyadh dan Madinah

“Terkait penanganan warga masyarakat Indonesia, termasuk WNI, jika sekiranya terdampak Covid-19 maka langkah yang dilakukan KJRI New York adalah merujuk SOP (standard operating procedure) penanganan Covid-19 yang diberlakukan otoritas kesehatan setempat,” ujar Arifi Saiman, Konsul Jendral RI di New York.

Hingga laporan ini disampaikan belum ada informasi tentang penguburan atau kremasi laki-laki tersebut.

Kota New York kini menjadi pusat perebakan virus korona di Amerika. Hingga Minggu (29/3/2020) malam hampir 60 ribu orang tertular virus korona di New York saja, termasuk 965 korban meninggal. Ini hampir separuh dari jumlah orang yang tertular virus korona di seluruh Amerika, yang kini mencapai lebih dari 142 ribu orang.

Presiden Amerika Donald Trump, Minggu sore, memperpanjang kebijakan “social distancing” untuk mencegah terus meluasnya perebakan virus korona hingga 30 April mendatang.

AYO BACA : Angka Kematian Akibat Virus Korona di Amerika Serikat Capai 2.000 Orang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar