Pemudik Terus Berdatangan di Terminal Dukuhsalam, Ini Nasihat Bupati Tegal

  Selasa, 31 Maret 2020   Adib Auliawan Herlambang
Pemeriksaan kesehatan pemudik yang tiba di Terminal Dukuhsalam, Kabupaten Tegal. (Ayotegal.com/Dwi Ariadi)

SLAWI, AYOSEMARANG.COM -- Kepulangan pemudik ke kampung halaman di Kabupaten Tegal terus berlanjut. Hal ini terlihat dari pemantauan di Terminal Bus Dukuhsalam hingga Selasa (31/3/2020).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Uwes Qoroni, para pemudik yang datang dari luar daerah setiba di terminal langsung diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan yang bersiaga di terminal.

Dikatakan, jumlah kedatangan pemudik mulai terlihat sejak Kamis (26/3/2020) sampai Sabtu (28/3/ 2020) sebanyak 1.544 orang dengan 75 bus.

AYO BACA : Gunakan Damkar, Slawi dan Sekitarnya Disemprot Disinfektan

Selain pemudik, pihaknya juga menerima jadwal pemulangan santri yang mondok di Sarang, Rembang, Ploso dan Lirboyo Kediri Jawa Timur dan Tegalrejo, Magelang pada Senin (30/3/2020) dan Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, meningkatnya arus mudik terkait dengan risiko penularan virus corona (Covid-19) berpindah dari kota ke desa, Bupati Tegal Umi Azizah beserta jajarannya, dibantu unsur kepolisian Polres Tegal lakukan pemeriksaan kesehatan para pemudik di wilayah perbatasan Kabupaten Tegal dengan Brebes, tepatnya di Desa Selapura Kecamatan Dukuhwaru pada Senin (30/3/2020) dini hari.

Sedikitnya 39 unit kendaraan travel dan pribadi dari Jabodetabek yang mengangkut 379 pemudik dihentikan.

AYO BACA : Terapkan Isolasi Wilayah, Masuk Kota Tegal Wajib Cek Suhu Tubuh dan Semprot Disinfektan

Seluruh penumpang dan awak supir diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas dan didata. Umi yang turut memantau proses pemeriksaan kesehatan pun memberikan arahan ke sejumlah pemudik tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Bupari menyampaikan, bahwa pemudik dari zona merah infeksi Covid-19 seperti Jabodetabek memiliki risiko tertular dan penularan yang cukup tinggi, sehingga pihaknya pun minta agar protokol kesehatan harus dipatuhi, salah satunya kepada rombongan pemudik asal Bekasi dengan tujuan Jatinegara Kabupaten Tegal.

“Sampai di rumah saya minta panjenengan jangan bersentuhan atau bersalaman dengan siapa pun. Segera ke kamar mandi, rendam pakaian, sepatu, tas serta aksesoris lainnya yang dipakai saat ini dengan deterjen dan lekas mandi. Upayakan setelahnya jaga jarak fisik dengan anggota keluarga lain selama 14 hari untuk memastikan anda tidak tertular virus. Lapor ke RT setempat untuk didata dan jika selama empat belas hari ada gejala seperti demam, batuk dan sesak nafas, segera periksakan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pesan Umi yang diamini warga pemudik.

Di sela-sela kegiatan, Umi yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Uwes Qoroni menyampaikan jika penetapan status tanggap darurat virus corona (Covid-19) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di awal Maret lalu memacu percepatan arus mudik.

“Mereka terpaksa mencuri start mudik pulang ke kampung halamannya karena khawatir Jakarta akan ditutup, disamping juga sudah tidak ada lagi yang mereka kerjakan di sana karena pabrik tempatnya bekerja tutup, tempat usahanya tutup dan dagangan sepi pembeli,” ujarnya.

Umi pun mengakui, anjuran kepada warganya untuk tidak mudik belum bisa sepenuhnya diterapkan. Meskpun dari respons publik yang ia baca di media sosial, tidak sedikit yang mendukung kebijakannya menunda kepulangan demi kebaikan bersama, menjaga agar keluarganya di kampung halaman tetap sehat.(Dwi Ariadi) 

AYO BACA : 1.317 Pemudik dari Zona Merah Covid-19 Tiba di Batang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar