Tanggul Sungai Bodri Bocor, Warga Kendal Pilih Mengungsi

  Rabu, 01 April 2020   Adib Auliawan Herlambang
Tanggul Kali Bodri yang hanya bronjong batu bocor hingga mengakibatkan air merembes masuk ke pemukiman Selasa (31/03/2020) malam. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM --  Puluhan warga Desa Lanji Kecamatan Patebon Kendal yang berada di bawah tanggul Sungai Bodri, Selasa (31/03/2020), panik dan diungsikan. Pasalnya tanggul yang hanya berupa bronjong ini bocor, akibat luapan sungai Bodri . Debit air sungai bodri meningkat seiring hujan deras diwilayah atas sehingga air merembes dari bronjong karena tanggul sudah terkikis.

Air dengan deras mengalir dari sela-sela bronjong batu dan terus menggenangi pemukiman yang berada di bawah tanggul sungai bodri. Rembesan air dari sungai ini sudah mulai terlihat sejak Selasa sore dan bertambah deras malam hari seiring dengan naiknya debit air Sungai Bodri.

Warga yang berada dibawah tanggul memilih diungsikan, mengingat air yang bocor semakin deras dan genangan air dipemukiman mencapai 30 centimeter. Puji Sumaryono Ketua RW setempat mengatakan, wilayah Lanji dan Kota Kendal tidak diguyur hujan. 

AYO BACA : Damkar dan Water Cannon Dikerahkan Semprot Pantura Kendal

“Namun hujan deras terjadi di bagian atas sehingga debit air Sungai Bodri terus bertambah hingga mencapai ketinggian tiga meter lebih di bendungan Juwero,” katanya.

Kondisi tanggul di Desa Lanji sendiri sudah amblas dan hanya menyisahkan bronjong batu sebagai penahan. 

“Karena air yang keluar dari sela-sela bronjong semakin deras warga menjadi panik dan diungsikan ke masjid dan balai desa yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi tanggul yang bocor. Setidaknya ada 20 rumah yang dikosongkan,” imbuhnya.

AYO BACA : Kapan Wabah Covid-19 Berakhir? Ini Prediksi Forum Dokter Global

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo menjelaskan bahwa kondisi tanggul hanya menyisahkan bronjong batu. 

“Debit air yang bertambah seiring hujan diwilayah atas, mengakibatkan air merembes di sela-sela brojong dan mengalir ke pemukiman yang berada di bawah tanggul,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi warga diungsikan dan memantau perkembangan debit air dari Bendungan Juwero. Hingga selasa malam debit air masih tinggi, namun diperkirakan menjelang pagi air sudah surut dan warga bisa kembali ke rumahnya.

Meski kondisi tanggul dari bronjong kritis dan membahayakan  karena sewaktu waktu bisa jebol, namun warga banyak yang ingin melihat dari dekat kondisi bronjong yang bocor. Petugas dari BPBD Kendal, relawan bencana dan kepolisian serta TNI berjaga-jaga dilokasi serta menutup akses jalan menuju tanggul.

AYO BACA : Lagi, Warga Kendal Pingsan di Jalan Dikira Kena Korona


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar