Lawan Covid-19, Presiden Jokowi Perkirakan Defisit APBN Capai 5,07%

  Rabu, 01 April 2020   Adib Auliawan Herlambang
Presiden Joko Widodo (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Sebagai langkah menghadapi wabah Covid-19, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Keuangan Negara.

Salah satu poin penting dalam Perppu tersebut adalah soal defisit anggaran dalam APBN bisa melebar lebih dari 3%. Menurut Presiden Jokowi, pelebaran jurang defisit ini tidak lain disebabkan terganggunya perekonomian nasional akibat merebaknya Covid-19. 

Jokowi pun bersama dengan para Menteri Ekonominya menyatakan bahwa defisit APBN bisa mencapai 5,07%.

Perppu juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit yang diperkirakan akan mencapai 5,07%, kata Jokowi saat konfrensi pers melalui video teleconference, Selasa (31/3/2020).

Perppu ini tentunya ingin mengecualikan aturan dalam pasal 17 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit APBN tidak boleh melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Karena itu perlu relaksasi kebijakan defisit APBN diatas 3%, katanya.

Namun, kata Mantan Gubernur DKI Jakarta ini Perppu tersebut hanya berlaku sampai 3 tahun saja sejak Perppu ini ditandatangani oleh dirinya pada hari ini.

Namun relaksasi defisit hanya untuk 3 tahun (tahun 2020, 2021 dan 2022), setelah itu kembali ke disiplin fiskal maksimal defisit 3 persen mulai tahun 2023, ucapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar