Dihajar Wabah Covid-19, Sri Mulyani Siapkan 3 Skenario Ekonomi Indonesia

  Rabu, 01 April 2020   Adib Auliawan Herlambang
Menteri Keuangan Sri Mulyani (republika)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Dampak dari wabah Covid-19 menyebabkan perekonomian Indonesia akan mengalami gejolak yang cukup besar. Hal tersebut membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan 3 skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Pertama, asumsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 ekonomi diproyeksi tumbuh 5,3% dengan asumsi harga minyak dunia 62 dolar AS per barel, nilai tukar Rp14.400 per dolar AS, dan inflasi 3,1%.

Kedua, skenario ekonomi berat dengan proyeksi pertumbuhan 2,3%, harga minyak dunia 38 dolar AS per barel, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan inflasi 3,9%.

Ketiga, skenario ekonomi sangat berat dengan proyeksi pertumbuhan minus 0,4%, harga minyak dunia 31 dolar AS per barel, inflasi 5,1%, dan nilai tukar mencapai Rp20.000 per dolar AS.

AYO BACA : Lawan Covid-19, Presiden Jokowi Perkirakan Defisit APBN Capai 5,07%

Sri Mulyani memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun ke 2,3%, dan bahkan yang paling buruk bisa negatif 0,4%.

"Kondisi ini menimbulkan penurunan kegiatan ekonomi dan menekan lembaga keuangan," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (1/4/2020).

Guna mengatasi kemungkinan buruk akibat dampak Covid-19 itu, pemerintah menggelontorkan dana stimulus fiskal untuk berbagai sektor, total setidaknya Rp405,1 triliun.

Sri Mulyani mengaku, was-was dengan situasi saat ini. Menurutnya, stimulus fiskal yang dikeluarkan pemerintah agar ekonomi Indonesia tak makin parah jatuh dalam jurang resesi.

AYO BACA : Bronjong Sungai Bodri Kendal Bocor, Sementara Ditutup Karung Berisi Pasir

"Untuk mencegah dampak dari perluasan Covid itu sendiri dan pemburukan di bidang sosial ekonomi dan keuangan maka dilakukanlah langkah penerbitan Perpu nomor 1 tahun 2020 ini berisi langkah-langkah yang sifatnya extraordinary yaitu melakukan tambahan belanja yang cukup besar yang belum tersedia di dalam APBN 2020," kata Sri Mulyani.

Anggaran jumbo Rp405,1 triliun yang telah disiapkan tersebut dialokasikan khusus untuk berbagai sektor dengan rincian yakni sebesar Rp75 triliun dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan.

Kemudian Rp110 triliun dialokasikan untuk perlindungan sosial, anggaran sebesar Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat.

Selanjutnya anggaran sebesar Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama UMKM.

"Jadi total paket yang disampaikan Bapak Presiden adalah Rp405,1 triliun, anggaran ini sebelumnya tidak ada dalam APBN 2020," katanya menambahkan.

AYO BACA : Imbas Wabah Covid-19, Sri Mulyani: APBN 2020 Alami Perubahan Besar


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar