PDAM Batang Crat-crit, Pelanggan Minta Penambahan Pompa Air

  Rabu, 01 April 2020   Adib Auliawan Herlambang
H Karbukti Tokoh Masyarakat Nelayan Batang, Rabu (1/4/2020). (Muslihun/Kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Air bersih menjadi kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Apalagi disaat pandemi Covid-19 sekarang ini, sesuai dengan protokol kesehatan diimbau agar lebih sering melakukan cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun. 

Namun, pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang untuk wilayah masyarakat nelayan kususnya di Desa Klidang Wetan dan Desa Klidang Lor tidak lancar.  

Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat nelayan, H Karbukti, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor Kecamatan Batang usai bagi masker gratis kepada masyarakat nelayan, Rabu (1/4/2020). 

"Air PDAM mengalirnya hanya malam hari, kalau pun siang mengalirnya crat-crit, Oleh Karen itu, saya minta PDAM menambah pompa - pompa pembantu sebagai penyandang dan pemasuk debet air," Katanya.

AYO BACA : Tolak Lockdown, HNSI Batang Bagi-bagi Masker Gratis

Menurutnya, harus ada langkah trobosan dari PDAM Batang, dengan menambah pompa - pompa pengolahan air dibeberapa tempat. Tidak hanya itu, PDAM juga harus tetap menjaga kelestarian alam dan melakukan penghijauan sebagai daerah resapan air, sehingga debit airnya tetap terjaga.

"Maraknya pembangunan perumahan secara otomatis akan menbah pula jumlah pelanggan air bersih PDAM, sehingga kami selaku pelanggan kawatir tidak kebagian air bersih, " kata Karbukti.

Sementara Direktur PDAM Kabupaten Batang, Yulianto menjelaskan, untuk menambah kuantitas dan kualitas dalam melayani dan mencukupi kebutuhan air bersih, PDAM sudah membuat tiga sumur sebgai antisipasi pasokan air.  

"Kita sudah menambah tiga sumur di tiga titik yakni Desa Paskaran,  Belakan Kantor PDAM dan Desa Klidang Lor yang kapasitasnya sudah ditambah menjadi 35 meter perdetik," ungkap Yulianto.

AYO BACA : Dihajar Wabah Covid-19, Sri Mulyani Siapkan 3 Skenario Ekonomi Indonesia

Dijelaskan pula bahwa air yang disalurkan ke masyarakat sudah melalui uji laboratorium yang sesuai standar kualitasnya Kesehatan. 

"Memang kalau pas ada perbaikan, kita tidak mematikan aliran air sehingga terkontaminiasi beberapa menit keruh,"ujarnya.  

Yulianto juga menyampaikan permohonan maaf selama tiga hari kedepan aliran air terganggu, karena masih di cari penyebabnya kehilangan air,  sehingga pasokan air dari hulunya berkurang. 

"Mudah-mudahan tidak terlalu lama aliran air segaraPulih kembali, sambil kita menungggu kita mengidupkan sumur - sumur cadangan," Tutupnya. 


 

AYO BACA : Tega, Bayi Dibuang di Jembatan Merah Tol Kalikuto Batang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar