Nasi Gratis Pemprov Jateng Tak Hanya untuk Ojol, Tukang Becak dan Pemulung Bisa Dapat

  Rabu, 01 April 2020   Afri Rismoko
Sejumlah tukang sapu, pemulung dan tukang becak mengantre untuk mendapatkan nasi gratis di depan kantor Gunernur Jateng, Jalan Pahlawan, Rabu (1/4/2020). (dok)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Program berbagi makan siang oleh Pemprov Jawa Tengah diserbu warga berbagai kalangan, Rabu (1/4/2020). Bukan hanya pengendara ojek online (daring), mereka yang tukang becak, penyapu jalanan hingga pemulung pun bisa turut merasakan. 

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah Edy Supriyanta menyebut, untuk hari Rabu (1/4/2020) ada 1.500 nasi bungkus yang dibagikan. Bantuan ini ditujukan, untuk merespon kondisi warga tidak mampu yang terdampak wabah Covid-19.

“Mereka yang bekerja sebagai tukang ojek, ataupun penarik becak dan warga tak mampu lainnya. Adapun, program ini rencananya akan berlangsung hingga dua pekan kedepan,” ujarnya.

Seorang pengayuh becak Ahmad Kul (63) mengaku sengaja datang untuk bisa mendapatkan nasi kotak. Perantau asal Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara ini mengaku program bantuan nasi gratis itu cukup membantunya. 

AYO BACA : Pemprov Jateng Bagikan 1,000 Nasi Kotak untuk Ojol, 30 Menit Ludes

“Jumlah penumpang merosot drastis setelah adanya wabah Covid-19. Hari ini belum dapat tarikan. Sebelum Covid-19 mewabah, biasanya bisa tiga empat kali nganter, ini belum ada sama sekali," tuturnya, seusai mengambil nasi kotak di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). 

Ia mengaku, dalam kondisi normal sehari bisa mengantongi uang hingga Rp70.000. Namun kini, pendapatannya semakin tak menentu. 

Biasanya, dari pangkalannya di kawasan Simpanglima, ia bisa mengantar orang ke tujuan wisata. Namun, kondisinya kini berbeda.

"Sekali nganter 25.000. Nah kalau ini blong-blongan," keluhnya.

AYO BACA : Disdikbud Kendal Larang Guru Beri Tugas Kelompok

Mulyadi (70) tukang becak lainnya mengaku sejak pagi belum mendapatkan konsumen. Maka dari itu ia memilih untuk antre mengikuti program bagi-bagi nasi karena diberi tahu rekannya.

"Kalau tidak dibantu ya tidak makan. Wong sekarang Masyaallah sepi," paparnya.

"Serupiah pun dereng angsal, nek mboten diparingi sekul rung madhang (sepeser pun belum dapat, kalau tidak dikasih nasi belum makan)," sambungnya.

Lain lagi dengan seorang pemulung bernama Tarminah (49). Ia mengaku nasi yang diperolehnya untuk bekal makan siang.

Tarminah mengaku bersyukur bisa memeroleh pembagian nasi gratis. Menurutnya, hal ini bisa sedikit meringankan bebannya. 

"Ngertine nggih Saka tukang becak niku, terus kula mriki (saya tahunya dari pengayuh becak, di gubernuran ada pembagian nasi)," ujarnya.

AYO BACA : Lawan Covid-19, Pemprov Jateng Siapkan Dana Rp1,4 Triliun


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar