Warga Ngemplak Jalani Isolasi Mandiri, Masyarakat Bantu Penuhi Kebutuhan

  Rabu, 01 April 2020   Abdul Arif
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

SLEMAN, AYOSEMARANG.COM-- Solidaritas masyarakat menguat di tengah merebaknya virus korona atau Covid-19. Hal itu tampak di sebuah lingkungan warga di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan, ada seorang warganya yang kini positif COVID-19. Saat ini pasien telah dirawat di rumah sakit rujukan.

Keluarga pasien, yang diketahui paling sering bersinggungan dengan warga positif korona tersebut, lantas memilih melakukan karantina mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan warga tersebut, sejumlah bantuan pun diberikan.

AYO BACA : 4 Pasien Positif Covid-19 di RSUD KRMT Wongsonegoro Dinyatakan Sembuh

"Sebelumnya tanggal 25 Maret ada warga di Ngemplak yang dinyatakan positif korona. Lalu petugas rumah sakit menjemput pasien dan keluarga harus mengarantina mandiri. Melihat keadaan warga tersebut, pemerintah kecamatan dan warga setempat membantu dengan mendonasikan harta untuk memenuhi kebutuhan hariannya," jelas Siti, dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/4/2020).

Ia menjelaskan, keluarga pasien sudah melakukan karantina mandiri selama enam hari sejak 26 Maret lalu. Pihaknya meminta keluarga pasien untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari ke depan.

"Jadi kami meminta mereka mengisolasi diri 14 hari. Ini sudah berjalan hampir satu pekan, tinggal menunggu satu pekan lagi," jelas dia.

AYO BACA : Kawasan Zona Merah Covid-19 Jateng Disemprot Disinfektan

Bantuan tersebut, lanjut Siti, berupa sembako dan kebutuhan sekunder lainnya. Ketika keluarga pasien kehabisan stok makan, mereka menghubungi orang yang telah ditunjuk untuk segera mengirimkan kebutuhan.

"Jadi kami berkomunikasi lewat pesan WhatsApp. Jika mereka membutuhkan makanan atau kebutuhan sembako, nanti disiapkan dan diletakkan di depan rumah mereka. Kami juga membatasi warga yang boleh melintas, dan kami juga menjaga kerahasiaan identitasnya," kata dia.

Disinggung bagaimana kesehatan keluarga tersebut, Siti menjelaskan, semuanya dalam keadaan sehat. Siti juga tak bisa memastikan berapa jumlah keluarga pasien positif korona itu.

"Hampir satu pekan pemantauan dilakukan, dan seluruh keluarga dalam keadaan sehat. Berapa jumlah orang di dalam rumah itu tidak bisa kami sebutkan karena berkaitan dengan kerahasiaan identitas. Yang jelas kami berupaya menjadikan lingkungan tetap tenang," kata dia.

Siti menambahkan, pasien positif yang sebelumnya dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 juga menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik.

"Kami sudah mendapat kabar bahwa warga positif korona di Kecamatan Ngemplak ini keadaannya sudah membaik. Ini tinggal menunggu hasil uji swab terakhir. Jika nanti negatif, pasien boleh kembali ke rumah. Puskesmas nanti yang akan mengawasi sekembalinya pasien kembali ke rumah. Mereka juga dilarang beraktivitas keluar rumah terlebih dahulu," ungkap Siti.

AYO BACA : DJBC Jateng-DIY Berhasil Amankan 608.000 Rokok Ilegal


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar