Polda Jateng Tangani Laporan Pernikahan Anak 7 Tahun dengan Pria 54 Tahun

  Rabu, 01 April 2020   Arie Widiarto
[Ilustrasi] Pernikahan Dini. (pixabay)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM- Polda Jateng telah memeriksa enam saksi terkait laporan dugaan pernikahan dini seorang berinisial SP yang berusia sekitar 54 tahun dengan anak perempuan berusia 7 tahun di Kabupaten Magelang.

Laporan itu masuk ke Polda Jateng pada 21 Februari 2020 lalu. SP dilaporkan oleh Komnas Perlindungan Anak (KPA) Provinsi Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan visum terhadap anak perempuan yang dinikahi SP.

AYO BACA : 7 Jurus Tetap Sehat dan Produktif Selama Work From Home

Pemeriksaan visum dilakukan untuk mengetahui apakah bocah perempuan berusia 7 tahun itu mengalami kekerasan seksual. 
Laporan ini tengah ditangani oleh para penyidik dari Ditreskrimum Polda Jateng.

"Ada enam saksi yang diperiksa. Mereka semua memberi keterangan sangat minim. Untuk hasil visum sudah keluar. Hasilnya tidak ada tanda kekerasan pada selaput darah perempuan itu," kata Kombes Iskandar, Rabu (1/4/2020).

Dalam menangani laporan ini, Polda Jateng turut melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Jawa Tengah.

AYO BACA : Dinilai Sembrono Tangani Korona, Rakyat Gugat Jokowi ke Pengadilan

Dari informasi yang diperoleh, SP dengan perempuan belia itu menikah secara siri di Kabupaten Magelang pada tahun 2016 silam.  Kini, perempuan tersebut telah menginjak umur 11 tahun.

"Kami sudah datangi anak tersebut beserta keluargannya. Anak itu memang benar sudah nikah siri empat tahun lalu. Tapi tinggal beda tempat. Anak ini tidak ikut tinggal serumah bersama SP," ujar Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP2AKB Jateng, Saptiwi Mumpuni.

Dia menerangkan, dalam pantauan pihaknya, aktivitas anak tersebut berjalan seperti anak-anak pada umumnya. Anak tersebut tetap sekolah diantar-jemput oleh orangtuanya.

Kemudian, Saptiwi mengungkapkan untuk menindaklanjuti aduan Komnas Perlindungan Anak, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi.

"Namun dalam prosesnya, kami kesulitan untuk mencari bukti. Maka, kita koordinasi dengan Polda Jateng. Namanya siri hanya dihadiri beberapa orang, ini yang kami akan kejar," jelasnya.

Terkait hasil pemeriksaan kepada SP yang tinggal di desa Bedono, Kabupaten Semarang, Saptiwi belum bisa menjelaskannya lebih detail. 

AYO BACA : Dihajar Wabah Covid-19, Sri Mulyani Siapkan 3 Skenario Ekonomi Indonesia


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar