Status Tanggap Darurat Salatiga, Kendaraan Umum Hanya Boleh Berhenti di Terminal Tingkir

  Kamis, 02 April 2020   Arie Widiarto
Terminal Tingkir Salatiga (youtube)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Salah satu upaya mengontrol persebaran Covid-19 di Kota Salatiga, Pemerintah Kota Salatiga mengharuskan kendaraan umum hanya berhenti di Terminal Tingkir. 

Menurut Wali Kota Salatiga Yuliyanto, saat ini mulai ada pemudik dini yang berasal dari wilayah Jabodetabek, sehingga kondisinya harus dipantau. 

"Dengan turun di Terminal Tingkir, akan dilakukan pendataan identitas dan riwayat kesehatan penumpang tersebut," jelasnya, Kamis (2/4/2020).

AYO BACA : Seorang Warganya Positif Covid-19, Kota Salatiga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kota Salatiga juga telah menetapkan status tanggap darurat penanganan wabah Covid-19 dan diberlakukan selama dua bulan. Penetapan tersebut mulai Rabu (1/4/2020) hingga Kamis (30/5/2020).
Yuliyanto menegaskan status tanggap darurat ini bertujuan untuk menangkal persebaran Covid-19. 

"Nanti bersama Gugus Tugas ada Polri dan TNI, bersama masyarakat kita bersama melawan virus ini," jelasnya.

Ia berharap dengan status tanggap darurat ini, penerapan social distancing, physical distancing, atau jaga jarak akan lebih ketat. Harapannya, persebaran Covid-19 tidak meluas.

AYO BACA : Menjaga Pola Makan yang Baik Selama Masa Karantina di Rumah, Ini 7 Tipsnya

Yuliyanto juga berharap agar bantuan dari masyarakat untuk penanganan wabah corona ini diserahkan ke Gugus Tugas. Dia menilai dengan penyentralan tersebut akan membuat distribusi tepat sasaran. 

"Nanti akan dikelola di kelurahan, dengan pengawalan dari Polri dan TNI, akan diberikan ke keluarga terdampak," ungkapnya.

Sementara Kapolres Salatiga, AKBP Rahmad Hidayat menyatakan akan meningkatkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk pelaksanakan social distancing dan physical distancing dengan lebih disiplin. 

"Keramaian di tempat publik akan lebih diperketat. Kita mengutamakan pendekatan imbauan melalui Bhabinkamtibmas , sosial media dan patroli polisi, oleh karena itu kuncinya adalah kesadaran masyarakat untuk disiplin berdiam di rumah daripada melakukan aktifitas di luar," paparnya.

Rahmad juga berharap media mainstream mengambil peran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Ini karena tingkat kepecayaan masyarakat yang tinggi terhadap media mainstream daripada berita di media sosial yg sering kali disertai hoaks," tegasnya.

AYO BACA : Belum Lockdown, Bupati Batang Naikkan Status Tanggap Darurat Covid-19


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar