Ekonom: Dunia Usaha Bisa Maksimalkan Program Relaksasi Pajak untuk Cegah PHK

  Rabu, 06 Mei 2020   Vedyana Ardyansah
[Ilustrasi] Virus korona. (istimewa)

GUNUNGPATI, AYOSEMARANG.COM -- Ekonom, sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Unnes, Yozi Aulia Rahman berharap, perusahaan atau pelaku usaha khususnya di Semarang bisa memaksimalkan relaksasi pajak yang dikeluarkan pemerintah. 

Di mana diharapkan, dengan hal tersebut, tak ada perusahaan yang memutus hubungan kerja para pekerjanya meski tak bisa dipungkiri, saat ini dunia usaha bisa dibilang juga terpukul pandemi covid-19.

Dengan relaksasi pajak itu, mungkin biaya yang seharusnya untuk biaya pajak bisa dialokasikan ke sektor lain. Seperti biaya gaji buruh. Jadi harapannya tak ada pemutusan hubungan kerja lagi di perusahaan, ujarnya, Rabu (6/5/2020).

Yozi menerangkan, jika saat ini dunia usaha melakukan sejumlah langkah kebijakan untuk keberlangsungan usahanya. Mulai dari tak melakukan produksi, menutup sementara usahanya, bahkan mengambil langkah dengan memutus hubungan kerja (PHK) beberapa karyawannya karena kesulitan cash flow.

Pihaknya pun juga menyambut positif langkah pemerintah dengab meluncurkan program kartu para kerja. Menurutnya, secara prinsip, program kartu pra kerja tersebut bagus. Namun pihaknya masih menyoroti terkait materi pelatihan yang ada di program kartu pra kerja tersebut.

Secara prinsip program pra kerja memang bagus. Tapi yang menjadi perhatian adalah kualitas konten materi pelatihan di dalamnya. Apakah sudah sesuai, apakah nanti bisa digunakan setelah keadaan normal lagi. Ini mungkin yang perlu dievaluasi terus. Karena eman-eman jika nantinya pelatihan ini tak bisa maksimal, karena juga biayanya tinggi, katanya.

Dirinya berharap, upaya pemerintah dalam menghadapi dampak pandemi pada PHK ini lewat program kartu pra kerja dari pemerintah bisa tepat sasaran. Selain itu, dia juga berharap bantuan paket sembako dari pemerintah bisa tetap menjaga daya beli atau konsumtif masyarakat.

Kita juga berharap pandemi ini bisa selesai secepat mungkin. Jika sampai bulan Juli ini belum juga selesai, potensi pertumbuhan ekonomi di Semarang bakal drop. Padahal di tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Semarang diatas Nasional, katanya.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar