Remaja Kedunggading Kendal Lakukan Berbagai Cara Cegah Korona

  Jumat, 08 Mei 2020   Edi Prayitno
Remaja Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum Kendal membersihkan tempat ibadah sebagai upaya pemberantasan dan memutus penyebaran virus covid 19. (Edi Prayitno/Kontributor kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Kepedulian remaja Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum Kendal untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 di desanya dilakukan dengan berbagai cara. Kegiatan mulai dari  penggalangan donasi dan penyebaran pamflet serta pemberian masker kepada warga di 5 dusun di desanya tersebut.

Aksi galang dana tersebut diprakarsai oleh Ketua Karang Taruna Maju Jaya dan dilakukan menjelang magrib atau waktu berbuka puasa.  Tidak hanya menggalang dana, remaja juga melakukan aksi bersih-bersih tempat ibadah dan sejumlah fasilitas umum.

Ketua Karang Taruna Maju Jaya, Ahmad Rozi mengatakan, kepedulian pemuda-pemudi desa yang turut serta mencegah penyebaran virus Korona tinggi. Bentuk kepedulianya diwujudkan dalam penggalangan donasi, penyebaran pamvet dan pemberian masker ke warga. Selain itu mereka juga secara bersama-sema membersihkan tempat ibadah.

AYO BACA : Sembako Cinta dan Masker Karya Siswa untuk Korban Pendemi Covid-19

"Kegiatan dimulai saat jelang waktu berbuka puasa. Mereka lebih dahulu berkumpul di balai desa. Galang dana dan bagikan masker ke rumah warga itu di minggu pertama, " katanya, Jumat (08/05/2020).

Ahmad Rozi mengungkapkan, penanganan Covid-19 adalah menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya pemerintah desa. Sehingga seluruh elemen diharapkan punya peran dalam mengantisipasi masuknya virus corona di desa.

 "Penggalangan dana mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat luas. Bahkan ada dari warga Kendal yang di luar negeri. Bantuanya ada yang dalam bentuk uang, masker, hand sanitizer dan juga peralatan kebersihan hingga sabun cuci tangan," ungkapnya.

AYO BACA : PPDB Gunakan Nilai Rapor, Pendaftaran Dibuka 15-25 Juni 2020

Selain membagikan masker ke rumah-rumah warga, mereka juga membagikan masker untuk jamaah yang akan melaksanakan kegiatan sholat tarawih. Kegiatan itu dilakukan pada minggu ke II. Hal ini penting seperti yang dianjurkan oleh pemerintah ketika melaksanakan sholat tarawih bersama-sama tetap menaati prosedur yang ada.

"Yakni dengan membawa sajadah sendiri, masuk cuci tangan pakai sabun dan tidak bersalaman terlebih dahulu serta menjaga jarak antar jamaah," terangnya.

Kepedulian mereka juga ditunjukkanya dengan membersihkan musala, masjid, dan podok pesantren baik tempat salat dan tempat wudu serta kamar kecil. Tujuanya untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kebersihan tempat salat dan wudu sehingga tidak sekedar ada terpampang tulisan kebersihan adalah sebagian dari iman.

"Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari kepala desa. Bahkan guna menyemangati pemuda ia tidak segan bergabung bersama-sama membersihkan tempat ibadah dan pondok pesantren yang terus diakhiri dengan buka bersama," terangnya.

Ahmad Rozi menambahkan, ada 3 poin yang diperoleh dari giat peduma peduli Korona tersebut, yaitu dapat menumbuhkembangkan sifat peka, peduli dan sense of belonging (rasa memiliki),  pahalanya dapat,  dan memberikan edukasi masyarakat secara langsung melalui aksi di lapangan.

"Saya berharap  pemuda akan terus komitmen dan konsisten dalam melaksanakan program-program kepemudaan serta memberikan warna yang positif terlebih disaat pandemi korona yang belum berakhir ini," pungkasnya.

AYO BACA : Pembelajaran SKS, 10 Siswa SMAN 1 Kendal Lulus Dua Tahun


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar