WHO Akhirnya Sepakat Adakan Investigasi Virus Korona

  Kamis, 21 Mei 2020   Adib Auliawan Herlambang
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (istimewa)

SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sepakat untuk mengadakan investigasi terhadap virus Korona.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penanganan pandemi harus didahulukan, karena Covid-19 terus menyebabkan kematian dan kehancuran ekonomi di seluruh dunia.

Menyadur Suara.com, Kamis (21/5/2020), WHO menyatakan penyelidikan tersebut pada pertemuan puncak tahunannya dan mendapat dukungan dari Tiongkok. Negara-negara anggota WHO juga sepakat dengan tidak keberatan. Keputusan investigasi tersebut juga muncul setelah Uni Eropa dan Australia menyuarakan penyelidikan independen.

AYO BACA : WHO Mengutuk Konsep Herd Immunity dalam Pandemi Covid-19

Jumlah korban di beberapa titik terus meningkat, sebagai contohnya Inggris mengungkapkan bahwa lebih dari 41.000 orang telah meninggal karena penyakit itu. 

Selain itu di Amerika Latin, di mana Brasil telah menyusul Inggris dengan jumlah infeksi tertinggi ketiga di dunia, sekitar 255.000 kasus telah  dikonfirmasi. 

Di bawah tekanan Amerika Serikat, yang memiliki kasus virus dan kematian jauh lebih banyak daripada negara lain, Trump menuduh WHO sebagai "boneka" Tiongkok dan gagal melakukan usaha untuk memerangi penyebaran awal penyakit.

AYO BACA : Lazis Robbani Kendal Beri Santunan untuk Martono Duda 7 Anak

Trump mengancam akan membuat pembekuan sementara atas dana AS untuk badan tersebut. Beijing kemudian membalas, menuduh Trump berusaha "mencoreng" Tiongkok dan merusak WHO untuk tujuan politik. 

"AS mencoba menggunakan Tiongkok sebagai masalah untuk mengelak dari tanggung jawab atas kewajiban internasionalnya kepada WHO," kata juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian. 

Bukan hanya Tiongkok, Rusia juga ikut mengecam ancaman Trump yang selalu ditujukan pada negara pertama kali virus Korona itu muncul. 

"Kami menentang segala yang ada demi preferensi politik atau geopolitik suatu negara," kata wakil menteri luar negeri Sergei Ryabkov dikutip oleh kantor berita Interfax. 

Uni Eropa juga mendukung WHO, dengan mengatakan itu "bukan waktunya untuk menuduh".

AYO BACA : WHO Sebut Tak Semua Pasien Covid-19 Kebal dari Infeksi Kedua


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar