Terbongkar, Ini Alasan Kota Semarang Tak Lockdown

  Sabtu, 13 Juni 2020   Afri Rismoko
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengadakan diskusi bersama jajaran Universitas Semarang (USM) terkait persiapan pelaksanaan New Normal. (dok)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Wakil Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengadakan diskusi bersama jajaran Universitas Semarang (USM) terkait persiapan pelaksanaan new normal dalam masa Pandemi Covid-19. 

Diskusi bertajuk “Persiapan New Normal di Institusi Pendidikan” ini dilaksanakan secara daring selama kurang lebih 1 jam. 

Masa new normal sendiri adalah masa kesiapan semua pihak untuk seoptimal mungkin dapat beradaptasi pada situasi Pandemi  Covid-19 dengan menerapkan perubahan pola hidup protokol kesehatan menjadi suatu kebiasaan warga khususnya warga Kota Semarang untuk mencegah penyebaran virus.

Wakil Wali kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita itu memberikan pemaparan dalam diskusi tersebut bahwa Kota Semarang saat ini masih dalam masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Tahap 3 mulai tanggal 8 Juni-21 Juni 2020 karena masih tingginya jumlah pasien Covid-19 di Kota Semarang. 

AYO BACA : Klaster Baru, 20 ASN Semarang Positif Covid-19

Upaya yang sudah dilakukan Pemkot Semarang adalah patroli malam secara masif kerjasama kelurahan, kecamatan, TNI, dan Polri.  

Selain itu dilakukan pula sosialisasi door to door, Rapid Test secara masif, pembagian masker, penyemprotan disinfektan, dan sebagainya. 

“Setelah masa PKM Tahap 3, Pemkot Semarang akan tinjau ulang apakah Kota Semarang akan memasuki masa new normal atau malah ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kebijakan yang diambil nantinya dilihat dari jumlah pasien Covid-19 di Kota Semarang diakhir masa PKM Tahap 3," tutur Mbak Ita.

Sebagai informasi bahwa di masa PKM Tahap 3 di Kota Semarang sudah ada beberapa sektor yang sudah dibuka yaitu antara lain perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, perhotelan, perkantoran, rumah makan, PKL, dan swalayan yang bertujuan agar perekonomian dapat segera bangkit lagi. 

AYO BACA : Jadi Dokter atau Model? Begini Jawaban Reisa Broto Asmoro

Selain itu, turut dibuka pula tempat ibadah, tempat olahraga, pernikahan, dan takziah Non Corona yang kesemuanya itu harus dengan pembatasan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Sedangkan untuk sektor-sektor seperti pendidikan, tempat hiburan, dan tempat wisata semetara ini belum dibuka dan masih menunggu aturan dari pemerintah pusat. 

“Maka dari itu agar Kota Semarang segera memasuki masa new normal mari kita semua warga Semarang untuk lebih peduli dan disiplin untuk terapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, cegah berkerumun, serta stay at home jika tidak ada kegiatan yang tidak terlalu penting. Dengan kebiasaan warga tersebut maka penyebaran Virus Korona akan cepat dicegah dan dihentikan” ajak Ita.

Muncul beberapa pertanyaan dalam diskusi ini antara lain adalah mengapa Kota Semarang tidak melakukan Lockdown?.

“Kota Semarang ini adalah Ibukota Provinsi dan penduduk Kota Semarang saat berjumlah 1,7 juta orang, sedangkan di hari kerja bisa mencapai 2,5 juta orang karena banyak penduduk dari daerah sekitar yang bekerja di Kota Semarang. Maka apabila Pemkot Semarang mengambil kebijakan Lockdown maka tentu saja perekonomian akan turun secara drastis dan itu akan berimbas kehidupan warga nantinya akan semakin berat, sehingga kebijakan Kota Semarang adalah lebih memilih PKM bukan kebijakan Lockdown,"jawab Ita. 

Pertanyaan lain adalah kira-kira kapan sektor pendidikan dapat mulai new normal di Kota Semarang?.

“Tentu saja kami di Pemkot Semarang masih tetap berkomunikasi dan mengikuti aturan-aturan dari pemerintah pusat mengenai apa saja sektor yang bisa dibuka. Apabila sektor pendidikan sudah dibuka nantinya akan ada giliran siswa dan mahasiswa yang masuk, pembatasan jumlah siswa atau mahasiswa dalam satu kelas, atau ada pembatasan-pembatasan lain. Tetapi mohon maaf sampai saat ini kami belum bisa menentukan kapan sektor pendidikan dapat dibuka, kita berdoa semoga pandemi ini segera berakhir dan September 2020 ini sudah bisa New Normal di dunia pendidikan," tandasnya.

AYO BACA : Pasien Positif Covid-19 di Semarang Capai 260 Orang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar