Selawat Antikorona, Doa Keselamatan dan Kesembuhan Bangsa

  Minggu, 21 Juni 2020   Abdul Arif
Selawat Antikorona, Doa Keselamatan dan Kesembuhan Bangsa. (dok)

 

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَاءِمًا اَبَدًا # عَلَى حَبِيْبكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Wahai Tuhanku (Allah) limpahkanlah rahmat dan salam selama-lamanya atas kekasih-Mu (Nabi Muhammad) yang terbaik dari seluruh makhluk

 

يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى سَلِّمْنَا عَنْ كَوْرَانَا # وَسَلَّمْ اُسْرَتَنَا عَنْ سَيِّءِ الْاَسْقَامِ

Wahai Tuhanku, berkat (Nabi Muhammad) Al-Musthofa, selamatkan kami dari Corona, dan selamatkan pula keluarga kami dari penyakit-penyakit yang buruk

 

يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى نَجِّنَا عَنْ كَوْرَانَا # وَاشْفِ لِاَمْرَاضِنَا سَلِّمْ عَنِ الْاَلَمِ

Wahai Tuhanku, berkat (Nabi Muhammad) Al-Musthofa, selamatkan kami dari Corona, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kami dan selamatkan dari rasa yang teramat sakit

 

يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى اَمِنَّا عَنْ كَوْرَانَا # وَ اَمِنْ بِلَادَنَا اَحْيِ مَعَ السَّلَامِ

Wahai Tuhanku, berkat (Nabi Muhammad) Al-Musthofa, berilah kemanan untuk kami dari Corona dan berilah keamanan Negara kami serta hidupkanlah dengan keselamatan

 

يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى وَانْصُرْ اُمَرَاءَنَا # وَثَبِّتْ اَقْدَامَهُمْ رَدًّا عَنِ الظَّلَّامِ

Wahai Tuhanku, berkat (Nabi Muhammad) Al-Musthofa, tolonglah pemimpin-pemimpin kami, tetapkanlah langkah mereka dalam menolak orang-orang yang dzalim

 

يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى سَلِّمْ مِنَ الْبَلَايَا # كَذَا الْفِتَنِ وَ نَجِّنَا عَنِ الْجَحِيْمِ

Wahai Tuhanku, berkat (Nabi Muhammad) Al-Musthofa  selamatkanlah dari semua bencana, begitu juga dari fitnah-fitnah serta selamatkan kami dari neraka jahim

Adalah Nurfaizin pencipta selawat berjudul Selawat Antikorona ini. Selawat ini tercipta tatkala dirinya sedang menunggui putrinya yang sedang sakit Demam Berdarah (DB) plus tifus di Rumah Sakit Graha Husada, Jepara, 24 Maret 2020 lalu. Waktu itu pihak RS membatasi jumlah penunggu dan penjenguk pasien. Hal itu dilakukan RS dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. 

Dengan kondisi demikian, timbul renungan dan terbersit mencipta sebuah selawat sebagai doa untuk keselamatan dari wabah Covid-19.  

Dikatakan kader muda NU Jepara ini, selawat tercipta tanpa persiapan matang. Hanya beberapa saat ketika memangku anak di teras RS. Sementara anak ingin ditemani menonton spongebob.

“Untuk penulisan pun mulanya hanya dibuat di story WA. Untuk yang pertama hanya 3 bait, kemudian banyak yang mengamini dan berkomentar untuk memberikan syakal sehingga disempurnakan dengan 2 bait berikutnya,” kata pria yang akrab disapa Faizin itu.  

Faizin memaparkan lirik dasar shalawat menggunakan “maulaya shalli wasallim daiman abada” yang populer dengan shalawat burdah. Shalawat burdah sendiri di kalangan masyarakat sangat familiar, mudah diucap, dan lembut didengar sehingga corak sastra ini bersifat abadi serta memesona bagi siapa saja yang mendengar. 

Pria asal Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara ini menamai shalawat yang dicipta, Shalawat Anti Corona. “Karena muatan shalawat adalah doa memohon keselamatan dari wabah tersebut. Tidak hanya dari corona saja tetapi mohon keselamatan dan kesembuhan dari semua penyakit yang ada baik untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara,” jelasnya, Rabu (17/6/2020). 

Selawat Antikorona bukanlah karya perdananya. Selawat lain yang juga pernah diciptakan misalnya Shalawat An Nahdliyah, Syair An Nahdliyah 1 dan 2, serta Ya Fauza Man (syair bahasa Arab bersumber maqalah Imam As Suyuti tentang keutamaan mengadakan pembacaan Maulid. Juga shalawat bahasa Jawa dari terjemahan hadis untuk mengisi majelis taklim. 

Namun dirinya mengaku shalawat yang dikarang dengan bahasa Arab, Jawa, dan Indonesia ini belum terdokumentasi dengan rapi. “Sementara masih tercecer. Ada yang di sobekan kertas, di buku harian, dalam HP dan juga sebagian diketik dalam laptop,” aku Faizin. 

Kegemaran dia dalam mengarang lirik shalawat terinspirasi dari orang tua dan kakek yang demen berdendang syair ketika ngaji. “Juga lantaran latar belakang saya, vokalis rebana yang senang ‘rengeng-rengeng’ untuk menabah koleksi,” terang Pendiri Jamiyah Hadrah Annahdliyyah Jepara itu. 

Ditambahkan Pengurus Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara masa khidmah 2019 - 2022 ini dirinya senang mengarang lirik selepas boyong dari Pesantren Kajen Margoyoso, Pati. 

Faizin juga membeberkan lirik shalawat yang dicipta rata-rata sedang ada “sesuatu”. “Dulu pertama kali buat lirik saat kondisi masyarakat, utamanya para tokoh sedang tidak harmonis.Sehingga tercipta syair shalawat doa yang lirik dasarnya juga shalawat burdah,” bebernya. 

Ditanya tentang substansi shalawat, dirinya menjawab isi shawalat yakni doa memohon pertolongan untuk pemimpin-pemimpin negeri ini dari segala fitnah dan kezaliman. “Khususnya ditujukan ‘penumpang gelap’ yang menjadikan kondisi pandemi Covid -19 sebagai alat menggoyang kestabilan negara,” imbuhnya. 

Shalawat ini juga tercipta karena kondisi global yakni semakin meluasnya wabah dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang benar-benar mampu mengikis serta mengakhiri kegelisahan dan kepanikan masyarakat. 

Dikemukakan Faizin di tengah pandemic Covid-19 dirinya menciptakan shalawat lantaran keagungan dan faedah shalawat itu sendiri. “Misalnya shalawat thibbil qulub, shalawat nariyah/ tafrijiyah, shalawat nuril anwar dll. Semuanya diyakini memiliki faedah yang luar biasa, apalagi zikir shalawat sangat mudah dilakukan dalam segala kondisi tetap bisa dilaksanakan kecuali yang dilarang seperti saat di kamar mandi dll,” ungkapnya. 

Shalawat ungkap dia juga menjadi media terkabulnya doa sebagaimana beberapa hadis yang menerangkan. “Sehingga shalawat ini disusun dengan memuat rangkaian doa memohon keselamatan dari wabah korona,” harap Faizin. 

Dirinya juga berharap dirangkainya shalawat dengan menggunakan rumus irama dan lirik dasar sholawat burdah bisa menjadi shalawat yang digemari masyarakat seperti shalawat untuk pujian setelah azan dan acara-acara lain. 

Selain itu sebagai ikhtiar agar badai Covid-19 segera berakhir. “Saya juga berharap semoga dengan mengacu shalawat burdah, memperoleh keberkahan dan faedahnya karena disebutkan oleh beberapa ulama merupakan penyembuh penyakit dan diyakini dapat menjauhkan diri dari penguasaan hawa nafsu dan mimpi bertemu Nabi saw,” pungkasnya.  

-- Syaiful Mustaqim, pegiat literasi dan Jurnalis NU Online

 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar