4 Bulan Vakum, Formula 1 Kembali Dihelat Akhir Pekan

  Selasa, 30 Juni 2020   Abdul Arif
Balapan Formula 1 (F1) GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (17/3/2019). [AFP/Peter Parks]

AYOSEMARANG.COM-- Formula 1 akan kembali dihelat pada akhir pekan ini di Austria. Balapan tersebut menjadi pembuka musim balapan setelah 4 bulan vakum karena pandemi COVID-19.

Karena dilaksanaan di saat pandemi, Grand Prix tahun ini akan terasa berbeda. Prosedur kesehatan yang diterapkan di sirkuit cukup ketat untuk mencegah penyebaran penyakit yang menjadi momok global itu.

Namun bagi pebalap tim Mercedes Lewis Hamilton, targetnya tetap sama yaitu merebut gelar ketujuh untuk menyamai rekor Michael Schumacher.

Sedangkan Mercedes mengincar dominasi di era mesin hybrid turbo V6 dengan menjadi konstruktor terbaik di tujuh tahunnya secara beruntun.

Kami mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk apa yang akan menjadi musim paling sulit di Formula 1 dan yang telah kita rasakan semuanya, kata Hamilton seperti dikutip Antara dari Reuters.

Wajah F1 tahun ini pun akan berbeda di saat dunia beberapa pekan terakhir mengumandangkan kampanye melawan rasisme, imbas kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas akibat kebrutalan polisi di Minneapolis, Amerika Serikat.

AYO BACA : Liverpool Semakin Dekat Juara, Ini Klasemen Liga Inggris

Grand Prix Austria nanti sekaligus menjadi panggung F1 mengenalkan inisiatif bertajuk #WeRaceAsOne sebagai komitmen mereka memerangi rasisme, inekualitas serta mendukung upaya dan garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

Mercedes juga telah meluncurkan livery baru, yang kali ini berbalut warna hitam, menggantikan warna khas perak mereka, sebagai salah satu kampanye mereka melawan rasisme dan mempromosikan keberagaman sepanjang musim ini.

Akhir pekan nanti akan menjadi kali pertama bagi Austria menjadi tuan rumah seri pembuka di sirkuit Red Bull Ring, yang di pekan berikutnya akan berlangsung seri kedua.

Trek yang memiliki latar pemandangan pegunungan di Spielberg itu pun menjadi sirkuit pertama yang menggelar dua Grand Prix F1 di musim yang sama.

Hal itu bisa menjadi kabar baik bagi Max Verstappen, yang telah mempersembahkan dua kemenangan bagi Red Bull di sirkuit kandangnya dalam dua tahun terakhir.

Namun di bawah protokol kesehatan ketat, tak akan ada fan, perwakilan sponsor maupun area ramah tamah di trek, sementara interaksi antar personel di paddock akan dibatasi. Jaga jarak dan mengenakan masker adalah normal baru bagi mereka.

AYO BACA : PSSI Pastikan Kompetisi di Indonesia Kembali Dimulai Oktober 2020

Tim dan pebalap telah menggelar sesi latihan privat jelang restart F1 sebagai ajang pemanasan sejak terakhir kali menyalakan mobil balap mereka di sesi tes pramusim Barcelona, Februari lalu.

Hamilton, yang membutuhkan tujuh kemenangan lagi untuk menyamai rekor 91 kali Michael Schumacher, mengharapkan mobil Mercedes yang lebih cepat tahun ini, sementara tim-tim rival juga akan memboyong sejumlah paket upgrade yang belum terpasang sejak gagal balapan di Australia.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, yang masa depannya di F1 belum menemui kejelasan, akan memanfaatkan musim terakhirnya dengan Ferrari sebaik mungkin.

Pebalap McLaren Carlos Sainz akan menempati bangku yang ditinggalkan sang pebalap Jerman itu untuk menjadi rekan Charles Leclerc pada 2021, sementara Daniel Ricciardo meninggalkan Renault untuk posisi Sainz di McLaren.

Vakumnya musim balapan menjadi pukulan berat bagi setiap tim, terutama Williams yang harus kehilangan sponsor utamanya dan menjual saham kepemilikan.

Sementara itu, belum jelas berapa banyak Grand Prix yang akan berlangsung tahun ini di saat tujuh sirkuit telah mengundurkan diri dari kalender.

Dengan delapan balapan awal, yang semuanya di Eropa, F1 mengusahakan bisa menggelar 15-18 seri tahun ini, kendati itu berarti beberapa sirkuit menghelat masing-masing dua balapan.

AYO BACA : Klopp Persembahkan Juara Liga Inggris untuk Suporter Liverpool


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar