Pasutri di Kendal Kembangkan Lele Bumbon untuk Pasar Regional

  Selasa, 30 Juni 2020   Edi Prayitno
Rizka Munta menunjukkan lele bumbon olahannya yang dikembangkan untuk pasar lokal dan regional. (Edi Prayitno/ Kontributor Kendal)

KANGKUNG, AYOSEMARANG.COM -- Pasangan suami istri di Kangkung Kendal ini tidak hanya mengembangkan budidaya benih lele saja. Mereka berinovasi untuk menjadikan lele sebagai makanan yang mudah disantap, dengan mengolahnya menjadi ikan lele bumbon.

Adalah pasangan M Ali Ridho dan Rizka Munta Shofillai, warga Desa Kadilangu Kecamatan Kangkung Kendal ini sudah menggeluti budidaya benih lele sejak lima tahun lalu.

Melihat banyaknya masyarakat yang mulai membudidayakan lele lantaran metode yang sederhana, Ali pun berinovasi mengolah lele segar siap goreng. Olahan lelenya ia sebut dengan nama lele bumbon atau lele siap goreng (lesigo)

Ide dari saya sendiri, saya ternak benih lele dan orang lain yang menjual untuk dibesarkan. Kemudian saya ambil dari teman lele hang sudah siap makan untuk kita olah menjadi lele bumbon, terang Ali di Kendal.

Lele bumbon sendiri merupakan lele segar yang sudah dibersihkan dari kotorannya serta dibalut dengan bumbu dapur. Sang peracik bumbu adalah Rizka Munta Shofillai, istri Ali sendiri.

Tak rumit, dalam pengolahan lele bumbon Pak Ali ini hanya membutuhkan beberapa menit saja. Warga yang memesan dengan cara mendadak pun tetap akan dilayani dengan cepat.

Kata Ali, untuk mempermudah pengolahan, sang istri biasanya menyiapkan bumbu racik yang terdiri dari tumbar, garam, bawang putih, dan kunyit dengan cara dihaluskan.

AYO BACA : Protes Pembakaran Bendera, DPC PDIP Kendal Datangi Polres Kendal

Stok bumbu ini akan disimpan dalam wadah untuk kebutuhan pesanan lele bumbon.

Saat pesanan datang, Ali biasanya mengambil stok lele segar yang ada di kolamnya. Lele-lele tersebut dimasukkan ke dalam ember serta ditaburkan sedikit garam. Metode ini diyakini mampu membunuh lele dengan cepat serta mampu membuang lendir yang ada pada ikan lele tersebut.

Ini salah satu kegunaan garam, bisa membuang lendir lele agar keset, tidak licin. Nantinya berdampak pada kualitas ikan lele itu sendiri, ujarnya.

Hasil olahan lele bumbon Ali dan istri dipasarkan melalui media online, seperti halnya whatsapp, facebook maupun getuk tular antar warga.

Dalam keadaan tertentu, Ali bisa menghabiskan 20 kilogram ikan lele segar dalam sehari. Saat hari-hari biasa, setidaknya terdapat 5-10 kilogram lele bumbon siap antar kepada pelanggan.

1 kilogram lele bumbon yang dikemas dalam sebuah plastik pres ini dibanderol Rp 26.000 dengan isi 10-12 ekor.  Masyarakat pun bisa memesannya sesuai selera bumbu dan besar kecil permintaan.

Untuk lele bumbon ini sudah berjalan sekitar 1 tahun. Namun mulai ramai akhir-akhir ini, terangnya.

AYO BACA : Menteri Pertanian Dorong Kepala Daerah Jaga Lahan Pangan

Dengan dibuatnya lele bumbon, Ali berharap dapat memberikan olahan lele segar kepada pelanggan yang sudah dibalut dengan bumbu. Ia juga berharap hasil inovasinya dapat mempermudah masyarakat dalam pengolahan ikan lele siap goreng.

Kita memang buat inovasi namun semurah mungkin dan terjangkau masyarakat menengah ke bawah. Mereka juga lebih praktis karena ikan sudah kita bersihkan sekaligus kita campur dengan bumbu, katanya.

Selain menjual lele bumbon, Ali juga menyediakan lele segar bersih dan lele hidup. Masing-masing dibanderol Rp 22.000 dan Rp 20.000.

Dalam pengolahannya, Ali selalu mengutamakan kualitas lele segar yang fresh diambil dari kolam. Khusus untuk lele bumbon, Ali sebut produknya bisa bertahan hingga 2 hari saat dimasukkan dalam pendingin. 

Hal tersebut selalu ia sampaikan kepada para pelanggannya agar menjaga kualitas gurih ikan saat dikonsumsi nantinya. 

Kita memang selain ke depankan harga ekonomis juga kita perhatikan betul kualitas ikan. Saya dan istri berharap dengan kesederhanaan ini, produk lele bumbon kami nantinya bisa tembus ke luar jawa, katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kadilangu, Ida Fitriyana mengatakan, pihaknya menaruh harapan besar kepada warganya yang mau untuk selalu berinovasi dalam hidup. 

Katanya, dengan inovasi, seseorang bisa saja mengangkat ekonomi masing-masing sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki. Ia juga berharap warganya bisa mencontoh apa yang dilakukan Ali agar para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desanya bisa berkembang seiring perkembangan zaman.

Memang yang dibutuhkan saat ini adalah pengembangan kreatifitas bagaimana memberikan produk terbaik kepada konsumen. Terutama dengan melihat terobosan-terobosan yang ada.  Pihak pemdes juga berusaha bantu promosi melalui group WA, semua pelaku usaha bebas pasarkan produknya online di hari Sabtu dan Minggu. Semoga ini bisa berkembang terus, terangnya.

AYO BACA : Sibat Kaliwungu Bagikan Face Shiled pada Petugas Pelayanan


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar