Emak-emak Laporkan Kadisdik DKI ke Ombudsman Soal PPDB

  Selasa, 30 Juni 2020   Abdul Arif
Kolase foto orang tua murid demo PPDB Jakarta di Kemendikbud (Suara.com/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Sekelompok orangtua murid melaporkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana ke Ombudsman Republik Indonesia atas dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 2020. Mereka tergabung dalam Forum Orang Tua Murid dan Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (Geprak) .

Pengacara publik David Tobing meminta Ombudsman menindak tegas Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengubah sistem PPDB 2020 yang saat ini menjadi polemik karena menggunakan acuan usia sebagai prioritas utama dalam jalur zonasi penerimaan murid baru yang diatur dalam Keputusan Dinas Pendidikan No. 501 Tahun 2020.

AYO BACA : Pendidik Dituntut Adaptif di Masa Pandemi

Sementara hal itu dinilai bertentangan dengan acuan penerimaan siswa baru yang diatur dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2020.

Oleh karena itu apabila ada perbedaan seharusnya ketentuan yang dipakai tetap merujuk pada Permendikbud No. 44 Tahun 2020 sebagai peraturan yang lebih tinggi dan menyebabkan SK Dinas Pendidikan No. 501 Tahun 2020 sebagai peraturan yang lebih rendah telah cacat hukum dan maladministrasi, kata David, Selasa (30/6/2020).

AYO BACA : Udinus Gelar Webinar, Bahas E-Learning dan Prospek Akuntasi

Meski Nahdiana menyebut jalur zonasi PPDB 2020 tidak menggunakan acuan usia tertua melainkan tetap mengutamakan jarak, alasan ini dianggap Geprak sebagai pembohongan publik sebab kenyataan di lapangan adalah sebaliknya.

Hal ini jelas tidak sesuai dengan Permendikbud No. 44 Tahun 2020 yang menerangkan bahwa seleksi menggunakan usia tertua ke usia termuda hanya dapat dilakukan apabila jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, jelasnya.

Oleh sebab itu mereka berharap Ombudsman dapat memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menyelesaikan permalahan ini.

Kemudian meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengubah sistem PPDB tanpa menggunakan acuan usia tertua sebagai proses seleksi.

Mereka juga meminta Dinas Pendidikan DKI untuk mengulang rangkaian proses PPDB, mencabut atau mengubah SK Dinas Pendidikan No. 501 Tahun 2020.

AYO BACA : PPDB Kota Jogja Jalur Disabilitas Sepi Peminat, Ini Penyebabnya


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar