Serapan Anggaran Kemensos Tertinggi

  Selasa, 30 Juni 2020   Arie Widiarto
Gedung Kemensos (istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Serapan anggaran paling tinggi dicapai Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia. Berdasarkan  data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan RI per tanggal 29 Juni 2020, serapan Kemensos di atas 50%. 

Tercatat realisasi anggaran sebesar Rp61,4 triliun atau mencapai 58,80% dari pagu sebesar Rp 104,4 triliiun.

Dirjend Perbendaharaan Kemenkeu juga mencatat, urutan kedua dicapai Kementerian Keuangan dengan pagi anggaran Rp45 triliun, terserap Rp22 triliun (49,4%). 

AYO BACA : Kementerian Sosial Gandeng KPK Awasi Penyaluran Bansos

Kemudian posisi ketiga diikuti Badan Intelijen Negara dengan anggaran Rp5,2 triliun, terserap Rp2,5 triliun (48,6%). po
Keempat, Kementerian Perdagangan dengan anggaran Rp 2,9 triliun terserap Rp 1,35 triliun (46,4%), dan kelima Kementerian Kesehatan dengan anggaran Rp 79 trilun terserap Rp36,6 triliun (46,3%).

Adapun urutan 5 lembaga paling buncit adalah Kementerian Pariwisata (14,8%), Badan Pengusaha Kawasan Perdagangan bebas dan pelabulan Batam (13,4%), Lembaga Sandi Negara (12,4%),Badan Pengembagan Wilayah Suramadu (8,28%), dan Lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan penyerapan masih di agka 3,1% dari total Anggaran Rp 3,9 T. Tercatat 85 lembaga dengan realisasi rata-rata K/L Rp 4T (39,19%).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyoroti laporan belanja kementerian yang dinilainya masih standar padahal suasana sedang darurat karena Korona.

AYO BACA : PMI Kota Semarang Salurkan 100 Paket PHBS Kit

Video Presiden Joko Widodo memberi arahan tegas kepada Kabinet terkait penanganan Covid-19, menjadi viral sejak dirilis tanggal 28 Juni 2020 lalu. Padahal, arahan tersebut disampaikannya saat Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2020.

“Saya perlu ingatkan, belanja-belanja di kementerian. Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja kementerian tolong dipercepat.” sebut Jokowi dalam sidang kabinet tersebut.

Presiden Jokowi menegaskan lagi, kalau dalam situasi sekarang jangan dianggap sebuah kenormalan.

 “Percepat kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu perpres saya keluarkan perpres-nya,” tuturnya.

AYO BACA : Kemensos Buka Nomor Aduan Pendistribusian Bantuan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar