Hukum Bagikan Daging Kurban kepada non-Muslim, Ini Penjelasannya

  Rabu, 01 Juli 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi pembagian daging kurban (suara.com)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Para ulama telah sepakat bahwa pendistribusian daging hewan kurban harus tepat sasaran, yakni kepada muslim yang membutuhkan.

Namun demikian, bagaimana hukumnya jika membagikan daging hewan kurban kepada non-Muslim?

AYO BACA : Kurban Tak Boleh Diganti dengan Uang, Begini Penjelasannya

Para ulama berbeda pendapat akan hal ini. Imam Nawawi dalam Al-Majmu menjelaskan tentang perbedaan di kalangan ulama mengenai hal itu.

 Imam Hasan Basri, Abu Hanifah, dan Abu Tsaur merupakan ulama yang menetapkan hukum boleh membagikan daging hewan kurban kepada non-Muslim.

AYO BACA : Status PSBB Transisi Jakarta Berakhir 2 Juli, Lanjut atau Setop?

Sedangkan Imam Malik dan Al-Laits berpendapat makruh untuk membagikannya kepada umat non-Muslim. Namun demikian, jika daging itu dimasak terlebih dahulu, maka umat non-Muslim dapat memakannya bersama kaum Muslimin.

Sedangkan menurut ulama dari kalangan Madzhab Syafii, memberikan daging kurban kepada non-Muslim diperbolehkan. 

Selama kurbannya termasuk kurban sunah (bukan nazar). Di masa pandemi Covid-19, sejumlah umat merasakan dampaknya termasuk kalangan non-Muslim.

Dengan berbagai pandangan dari sejumlah ulama madzhab tentang hukum membagikan daging kurban kepada non-Muslim, umat Islam dapat melihat dan menyambungkannya dengan kondisi sekitar. 

Namun demikian, pembagian daging kurban harus dilakukan secara terukur, tepat sasaran, sesuai syariat, dan sesuai dengan panggilan kemanusiaan.

AYO BACA : Ini Fatwa Penting MUI Soal Pengawetan Daging Kurban


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar