Sikap Menteri Biasa Saja di Masa Pandemi Picu Kemarahan Jokowi, Maman Soroti Kemenag

  Kamis, 02 Juli 2020   Abdul Arif
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq. (Suara.com/Novian).

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyoroti Kementerian Agama (Kemenag) yang saat ini dipimpin Fachrul Razi. Menurutnya, kementerian tersebut termasuk salah satu kementerian yang dinilai bersikap normal di tengah pandemi.

Sikap menteri biasa-biasa saja di masa pandemi memicu kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemarahan itu diluapkan dalam pidato di sidang kabinet (18/6/2020).

Nah begitu pula, saya lihat koordinasi ini pun menyentuh kepada pola di mana beberapa kementerian tidak punya sense of pandemi istilah saya itu. Jadi, salah satunya Kementerian Agama, kata Maman dalam sebuah diskusi online 'Di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Reshuffle Kabinet' pada Kamis (2/7/2020).

Menurut Maman, sikap tidak adanya perasaan terhadap pandemi ditunjukan Menag Fachrul melalu alokasi anggaran. Dia menyoroti, tidak ada anggaran khusus yang diperuntukan untuk penanganan Covid-19 di lingkup yang dibidangi Kemenag.

AYO BACA : Baznas Kota Semarang Bantu Penanganan Covid-19

Saya bilang, ketika Kementerian Agama kemarin menunjukan rancangan anggaran tidak satupun poin menunjukan bahwa kita sedang menghadapi Covid-19, perang melawan Covid-19. Yang ada anggaran biasa saja, malah penambahan Alquran lah, perbaikan gereja lah, orang gereja dan masjid sudah dikosongin kok masih ngurus yang gitu, tutur Maman.

Dia mengatakan, seharusnya Fachrul dapat menaruh perhatian kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi. Dalam hal ini, para ustaz, kiai, hingga habaib yang semasa pandemi tidak lagi bisa mengisi acara-acara keagaaman atau pengajian semasa pandemi Covid-19. Perhatian bisa ditujukan melalui pos anggaran yang alokasikan untuk mereka.

Seharusnya adalah itu, ada nasib para ustaz, para kiai, para habaib yang tidak bisa untuk menyentuh masyarakat tidak boleh ikut kendurian dan sebagainya. Karena memang tidak boleh ada kerumunan, katanya.

Dan ketika tokoh-tokoh informal seperti kiai itu tidak disentuh oleh negara, negara sebenarnya butuh pemimpin-pemimpin informal yang menyampaikan secara seriua apa yang namanya Covid-19 itu.

AYO BACA : Pelayanan Kurban Terbaik dari Global Qurban ACT Mulai Beroperasi

Untuk diketahui, Presiden Jokowi mengaku dongkol terhadap sikap sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, yang dinilai masih bersikap biasa-biasa saja dalam menghadapi situasi krisis akibat Pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, sikap biasa-biasa saja para menteri tampak dari kebijakan-kebijakan kementerian yang dinilai lamban.

Kekesalan Jokowi itupun disampaikan langsung di depan jajaran pembantunya dalam sidang paripurna kabinet pada (18/6/2020) lalu. Ia sekaligus menanyakan apakah para menteri masih memiliki perasaan terhadap rakyat atau tidak.

Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis, kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi kemudian meminta kepada menteri-menterinya agar memiliki satu perasaan yang sama dalam kondisi krisis kekinian. Sebab, kata dia, apabila ada satu orang yang masih merasa serta menganggap normal terhadap kondisi krisis, maka bahaya sudah mengintai.

Kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extra ordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya, tutur Jokowi.

AYO BACA : Sidak Verifikasi PPDB, Ganjar: Ada Kecurangan, Coret!


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar