Jogo Tonggo, Warga Swadaya Bedah Rumah Nenek Ginah

  Kamis, 09 Juli 2020   Edi Prayitno
Warga Dusun Tempel Desa Bumiayu Kecamatan Weleri gotong royong mempebaiki rumah milik Nenek Ginah yang nyaris ambruk Kamis (09/07/2020). (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

WELERI, AYOSEMARANG.COM -- Program jogo tonggo yang diluncurkan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah untuk membantu warga di masa pandemi covid-19 bukan hanya kepada mereka yang terdampak. Warga di Desa Bumiayu Kecamatan Weleri Kendal bersama-sama memperbaiki rumah seorang janda tua, yang tinggal sendirian di rumah yang nyaris ambruk. Semangat saling membantu dilakukan warga, meski banyak mereka yang kesulitan di masa pandemi covid-19.

Rumah milik Ginah, janda tua yang tinggal seorang diri itu dirobohkan warga Kamis (09/07/2020). Bangunan dari kayu yang nyaris ambruk ini nantinya akan diperbaiki agar nenek ginah nyaman tinggal di dalam rumah dan tidak khawatir ambruk saat hujan deras.

AYO BACA : Jateng Gelontorkan Rp14 Miliar untuk Perbaikan Jalur Evakuasi Merapi

Aksi warga Dusun Tempel Desa Bumiayu Kecamatan Weleri Kendal itu, dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan melaksanakan program jogo tonggo yang didengungkan Gubernur Ganjar Pranowo. Di masa pandemi covid-19 program jogo tonggo bukan hanya membantu perekonomian dan kebutuhan sehari-hari saja, namun membantu memperbaiki rumah warga yang tidaklayak juga perlu.

Kepala Desa Bumiayu Moh Johan mengatakan, Nenek Ginah memang tinggal seorang diri. 

AYO BACA : Kasdam Lantik Pejabat Teras Kodam IV/Diponegoro

”Keponakannya juga tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya yang nyaris ambruk. Dengan bantuan swadaya masyarakat di Dusun Tempel ini terkumpul dana yang dapat digunakan untuk memperbaiki rumah Ginah agar layak,” jelasnya.

Dikatakan kades, swadaya masyarakat ini perlu diacungi jempol pasalnya di saat masa pendemi seperti ini, di mana banyak warga yang kesulitan tetapi masih bisa bergotong-royong membantu sesama baik material maupun tenaga. 

“Kita harapkan bedah rumah ini bisa diselesaikan sehari sehingga Nenek Ginah tidak perlu menginap di rumah tetangganya,” imbuhnya.

Sementara itu Nenek Ginah mengaku senang bisa dibantu memperbaiki rumahnya yang hampir roboh. Ia mengaku tinggal sendiri dan tidak memiliki anak hanya keponakan yang tinggal di desa sebelah. 
\n“Untuk kebutuhan sehari-hari dapat bantuan dari tetangga dan pemerintah desa,” katanya.

Selain swadaya dari masyarakat bantuan dari sejumlah pihak mengalir untuk memperbaiki rumah Nenek Ginah ini. Warga bergotong royong dibantu Tagana dari Dinas Sosial Kendal dan organisasi kepemudaan di Weleri.

AYO BACA : Bus Standar Protokol Kesehatan, Terobosan Baru di Tengah Pendemi


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar