Penerima BLT Ini Rela Berbagi dengan Warga Lain

  Kamis, 09 Juli 2020   Edi Prayitno
Muh Judi saat memberikan penjelasan kenapa rela berbagi dengan warga lain yang tidak menerima bantuan. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

NGAMPEL, AYOSEMARANG.COM -- Bantuan kepada warga kurang mampu dan terdampak penyebaran covid-19 memang tidak semuanya dirasakan warga. Banyak mereka yang kurang mampu, namun tidak terdaftar karena pengajuan nama dari desa maupun pemerintah daerah ditolak.

Namun disaat kekurangan ini, sejumlah warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa rela berbagi dengan warga lainnya yang tidak masuk dalam daftar penerima.

Adalah Muh Judi warga RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Ngampel salah seorang penerima bantuan sebesar Rp600.000  per bulan merasa iba karena di dekat rumahnya beberapa warga tidak menerima bantuan. Desa menganggarkan sebanyak 21 warga yang mendapatkan BLT dari Dana Desa. Akan tetapi di wilayah RT nya masih ada 47 warga yang belum menerima bantuan.

Atas inisiatifnya sendiri, Muh Judi mengajak warga yang mendapatkan bantuan  untuk bertemu. Dari 21 warga yang mendapatkan 17 warga sepakat untuk memberikan sumbangan untuk warga lain yang juga membutuhkan. 

AYO BACA : Hadapi Pandemi Korona, Nelayan Tambaklorok Pilih Tetap Melaut

Kami warga yang mendapatkan bantuan berjumlah 17 orang, karena kondisinya sangat tidak mampu dan sakit maka empat watga penerima tidak kami ikutkan, ujarnya.

Sebanyak 17 warga tersebut sepakat untuk memberikan sumbangan sebesar Rp200.000, dan diberikan merata ke pada 47 warga yang tidak terdaftar dalam penerima BLT Dana Desa tersebut. 

Setiap warga yang belum menerima BLT Dana Desa mendapatkan masing-masing Rp70.000 sukarela dari kami dan ini merupakan inisiatif dari kami sendiri, lanjutnya.

Inisiatif yang bagus disertai rasa kepedulian yang tinggi namun ternyata tidak semuanya dibenarkan. Karena setelah ditanyakan beberapa pihak maka uang Rp200.000  pun dikembalikan lagi. 

AYO BACA : Disbudpar Cek Kesiapan New Normal Goa Kreo

Banyak pihak yang memberitahu jika itu di larang maka kami mengembalikan dana yang sudah kami berikan, jelasnya.

Junaedi salah seorang warga yang menerima bantuan Rp70.000, mengaku senang meski mendapatkan dari pembagian temannya yang asli menerima BLT Dana Desa. 
\nSaya berterima kasih sudah diberi bantuan namun harapan saya bisa menerima bantuan langsung dari pemerintah bukan dari belas kasihan warga yang mendapatkan BLT, ujar Junaedi.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kendal Sugeng terkait banyaknya warga yang berbagi BLT merasa prihatin. Meskipun tindakan kepedulian tersebut bagis akan tetapi menyalahi aturan. 

Kejadian berbagi BLT banyak terjadi di Kendal dan itu tidak ada peran dari perangkat desa atau Kepala Desa, kebanyakan murni inisiatif mereka, dan setelah kami menjelaslan bahwa itu menyalahi aturan maka dikembalikan, ujar Sugeng.

Jika ada warga yang tidak mendapatkan bantuan maka pihak desa bisa mencarikan bantuan lainnya, agar peristiwa serupa tidak terjadi.

AYO BACA : Tim Wasrik Current Audit Itjenad Tahun 2020 Tinjau Kodam IV/Diponegoro


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar