Seluruh Anggota PPDP di Kendal Negatif Covid 19

  Sabtu, 11 Juli 2020   Edi Prayitno
Anggota PPDP saat diambil darahnya untuk keperluan rapid tes sebelum bertugas. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Hasil rapid tes yang dilaksanakan selama tiga hari kepada 2.241 anggota Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menunjukan tidak ada satupun yang reaktif bahkan positif Covid-19.

 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria memastikan semua petugas  negatif Covid-19 sebelum bertugas.

"Kita pastikan semua PPDP yang nantinya turun ke lapangan semua sehat. Kita sudah lakukan rapid test selama 3 hari untuk PPDP bekerjasama dengan tim gugus dan Dinas Kesehatan," terangnya di Kendal.

AYO BACA : Petugas PPDP Jalani Rapid Test Sebelum Bertugas

Kata Hevy, sempat ada 30-an PPDP yang mengundurkan diri lantaran tak mau menjalani rapid test. Otomatis, mereka dinyatakan keluar dari anggota PPDP dan dilakukan penggantian atas usulan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada KPU.

"Untuk yang mengundurkan diri sekitar 30-an orang katena tidak mau di-rapid test. Langsung diganti dengan prosedur menjalani rapid juga. Untuk yang reaktif juga kita harus ganti karena mereka harus jalani isolasi dulu 14 hari, namun jumlahnya belum terdata," ujarnya. 

PPDP yang sudah dinyatakan sehat akan menjalani bimbingan teknis (bimtek) coklit besok 11-14 Juli. Anggota PPDP sesuai jadwal akan bertugas melakukan coklit mulai 15 Juli - 13 Agustus mendatang disusul pengumuman pendaftaran pasangan calon (paslon).

AYO BACA : Pengawasan di Masa Pandemi Covid, Panwas Kendal Dibekali APD

Selain itu, Hevy menambahkan sebagaimana program KPU RI untuk melindungi hak pilih setiap warga Indonesia, masyarakat diimbau untuk mengikuti program klik serentak pada 15 Juli mendatang. 

Masyarakat bisa langsung klik www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id pada hari tersebut serentak.

Dengan memasukkan Nomor iNduk Kependudukan (NIK), setia warga bisa melihat data dirinya tercantum sebagai pemilih tetap.

Jika tak ditemukan data diri ataupun terdapat kesalahan data, setiap warga diminta untuk melapor pada saat coklit ataupun lapor ke petugas panitia pemungutan suara setempat.

"Jadi jangan khawatir, pada saat coklit nanti ada petugas berpakaian dengan standar protokol kesehatan datang ke rumah setiap warga. Jangan panik karena mereka sudah dites kesehatannya dan dibekali alat pelindung diri (APD)," tutur Hevy.

AYO BACA : Masuk SIPOL dan Caleg, Calon Anggota PPDP Kendal Bermasalah


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar