Tak Ada Pupuk, Micin pun Jadi

  Minggu, 12 Juli 2020   Edi Prayitno
Petani di Kendal menyemprotkan penyedap rasa atau micin yang dicampur air ke tanaman padi karena pupuk mulai menghilang. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM --  Tidak ada rotan akar pun jadi, tidak ada pupuk micin pun jadi. Itulah yang dilakukan petani di Kendal ketika pupuk mulai menghilang. 
\nMengantisipasi langkanya pupuk di Kendal petani menggunakan penyedap makanan atau micin sebagai pengganti pupuk. Petani mengaku hampir sebulan terakhir kesulitan mendapatkan pupuk, padahal sudah memasuki musim tanam.

AYO BACA : Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Kendal Terancam Gagal Panen

Masalah hilangnya pupuk subsidi harus kembali dihadapi sejumlah petani di kabupaten Kendal . Datangnya masa tanam padi kedua tahun ini membuat kebutuhan pupuk seperti urea dan ZA subsidi terus meningkat. Sayangnya barang yang dibutuhkan petani tersebut sejak beberapa pekan terakhir tiba – tiba menghilang tanpa jejak dipasaran.

AYO BACA : Tingkatkan Pelayanan, PDAM Tirto Panguripan Kendal Bangun Sumur dan Reservoar

Petani mengaku mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi tersebut karena disejumlah pedagang dan pengecer habis tidak ada stok. Beberapa petanipun harus memutar otak agar tanaman padi yang sudah mereka tanam tidak mengalami gagal panen. Salah satunya adalah dengan menggunakan penyedap rasa makanan sebagai pengganti pupuk.

Purwadi salah satu petani mengaku, sudah berupaya mencapi ke sejumlah toko pertanian namun tidak ada stok. Karena tanamannya harus segera diberi pupuk, Purwadi terpaksa menggunakan penyedap rasa alias micin.

Penyedap rasa diberi air sebagai campuran dan kemudian disemprot ke tanaman padi yang sudah berusia lebih dari sebulan ini. “Sudah coba cari keliling ke seluruh toko pertanian tidak ada stok pupuk urea jadi terpaksa gunakan micin untuk pupuk,” katanya.

Menurut petani kondisi kelangkaan pupuk disaat musim tanam seperti saat ini selalu terjadi setiap tahunnya. Mereka berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar kondisi petani tidak semakin terpuruk.

AYO BACA : Penerima BLT Ini Rela Berbagi dengan Warga Lain


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar