Tak Bawa Surat Rapid Test, 9 Penumpang Diminta Turun

  Minggu, 12 Juli 2020   Edi Prayitno
Penumpang yang tidak bawa surat rapid test menjalani pemeriksaan di kantor Pelabuhan Kendal Minggu (12/07/2020). (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KALIWUNGU, AYOSEMARANG.COM --  Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang terpaksa menurunkan sembilan sopir dan kernet dari KMP Kalibodri yang bersandar di Pelabuhan Kendal Minggu (12/07/2020) siang.

Kesembilan orang ini diketahui tidak membawa surat keterangan rapid test, sehingga diminta turun dan menjalani pemeriksaan di kantor Pelabuhan Kendal.

Dengan didampingi petugas dari ASDP, petugas KKP Semarang ini naik ke KMP Kalibodri yang sedang bersandar di Pelabuhan Kendal. Kapal tujuan Kendal Kumai yang hendak berangkat terpaksa menunggu pemeriksaan petugas kesehatan ini.

AYO BACA : Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Kendal Terancam Gagal Panen

Petugas meminta sopir dan kernet yang membawa truk barang untuk diangkut KMP Kalibodri dan tidak memiliki surat keterangan rapid test untuk turun dari kapal. Petugas harus menjemput sopir dan kernet ini untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran virus covid-19 di dalam kapal.

Ada sembilan orang yang diketahui tidak melengkapi dokumen dengan surat keterangan rapid test, sehingga diminta turun untuk menjalani pemeriksaan dikantor pelabuhan Kendal. Sopir dan kernet ini mengaku sudah pernah melakukan rapid tes namun tidak tahu jika surat keterangan tersebut ada batas kedaluarsanya.

“Saya sudah pernah rapid test tapi ternyata ada kadaluarsanya 14 hari, ya terpaksa ikut petugas saja untuk diminta lakukan rapid test lagi,” ujar Budi, sopir truk barang.

AYO BACA : Tingkatkan Pelayanan, PDAM Tirto Panguripan Kendal Bangun Sumur dan Reservoar

Sembilan sopir dan kernet yang tidak menunjukkan surat keterangan rapid test, akhirnya menjalani rapid test di kantor pelabuhan. Rapid test dengan mengambil sampel darah ini menggunakan alat tes pack yang bisa menunjukan hasil dengan cepat.

Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry cabang Jepara Perwakilan Kendal, Imron mengatakan prosedur surat keterangan rapid tes menjadi wajib bukan hanya penumpang tetapi sopir dan kernet angkutan.

“Hal ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang KMP Kalibodri, sehingga yang tidak bisa menunjukan surat keterangan rapid tes terpaksa diturunkan,” katanya.

Pemeriksaan sembilan sopir dan kernet ini hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam, untuk bisa mengetahui hasilnya. “Dari hasil pemeriksaan sembilan orang dinyatakan non reaktif, sehingga diperbolehkan kembali naik ke kapal dan diberangkatkan ke Kumai Kalimantan,” pungkas Imron.

AYO BACA : Penerima BLT Ini Rela Berbagi dengan Warga Lain


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar