Disdikbud Kendal Imbau MPLS Dilaksanakan Secara Daring

  Senin, 13 Juli 2020   Edi Prayitno
Siswa baru SMP Negeri 1 Cepiring hanya mengambil buku paket ke sekolah dan melaksanakan MPLS dengan sistem daring. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

CEPIRING, AYOSEMARANG.COM --  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menghimbau, kepada tiap satuan pendidikan melalui Surat Edaran Nomor: 420/18335/Disdikbud tentang Perubahan Ke Enam Atas Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Nomor 420/10773/Disdikbud tentang Layanan Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Kabupaten Kendal.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan agar pihak sekolah menyiapkan pembelajaran jarak jauh seefektif mungkin, membuat inovasi yang kreatif juga mengimbau agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak dilakukan tatap muka.

"Kita pantau terus perkembangan pembelajaran. Kepala satuan pendidikan dalam hal ini bertanggungjawab atas pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan. Juga kita imbau agar pihak satuan pendidikan berkerjasama dengan pihak puskesmas setempat agar saling berkordinasi dalam hal pencegahan Covid-19," terangnya

AYO BACA : Utamakan Kesehatan Siswa, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Sementara itu Kepala SMPN 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, dalam 3 atau 4 hari ke depan, pihak sekolah akan mengenalkan siswa baru tentang lingkungan sekolah secara daring. Kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) ini sebagai pengganti Masa Orientasi Siswa (MOS) agar para siswa kenal terhadap kebiasaan pembelajaran di SMPN 1 Cepiring.

"PLS kita rencanakan berlangsung 3 hari dan secara daring. Kita kenalkan tentang sekolah ini, kita kenalkan kebiasaan sebelum sekolah seperti membaca Al Quran dan lainnya. Kita harap pada proses pembelajaran daring maupun luring nanti, ada peran serta keluarga siswa untuk membantu pengawasan. Kita juga sudah siapkan tim untuk melakukan visit home bagi siswa yang terkendala pembelajaran," jelasnya. 

Ditambahkan, pihaknya  telah menyiapkan 754 paket buku pelajaran untuk dibagikan kepada masing-masing peserta didik. Setiap paketnya berisi 11 buku mata pelajaran yang akan dipinjamkan guna menunjang pembelajaran di rumah.

AYO BACA : Masjid Raya Baiturahman Semarang Direhab Mulai 2021

"Hari ini (Senin 13/07/2020) kita bagikan buku paket itu dua sesi guna menghindari kerumunan yang terlalu banyak. Dan kita undang orangtua siswa saja tanpa peserta didiknya. Buku itu kita pinjamkan dan dikembalikan pada akhir tahun nanti," ujarnya.

Zubaidi menambahkan, selain mengambil buku paket, orangtua siswa juga mengikuti sosialisasi mekanisme pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan mengembalikan raport bagi kelas 8 dan 9.

Adapun rencana pengaktifan pembelajaran baik daring maupun luring di SMPN 1 Cepiring direncanakan mulai pekan depan. Pihaknya masih melakukan pematangan konsep bersama tenaga pendidik agar bisa menggunakan aplikasi pembelajaran daring dengan maksimal.

Kristiono orangtua siswa di SMPN 1 Cepiring mengatakan, ia bersama wali murid lain mengaku diminta pihak sekolah untuk datang langsung ke sekolahan pada hari pertama dibukanya tahun ajaran pendidikan.

Akan tetapi, kedatangannya tidak bersama anaknya guna mengambil jatah buku paket pembelajaran selama di rumah.

"Ini (anak-anak) tidak ikut datang ke sekolah. Orangtua yang datang untuk mengambil buku pembelajaran. Anak-anak tetap di rumah," terangnya sambil membawa jatah buku paket.

AYO BACA : Gelar MPLS, SMKN 7 Semarang Perketat Protokol Kesehatan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar