>

Mbah Muslih Mranggen Sang Penggerak dan Panutan Sejati

  Minggu, 02 Agustus 2020   Abdul Arif
Haul ke-80 Mbah Kiai Abdurrahman Qasidil Haq Mranggen Demak di pondok pesantren Futuhiyah Mranggen Demak. (dok)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM-- Peluncuran buku "Kiai Muslih Mranggen Sang Penggerak dan Panutan Sejati" setebal 394 halaman + XXXII mewarnai haul ke-80 Mbah Kiai Abdurrahman Qasidil Haq Mranggen Demak di pondok pesantren Futuhiyah Mranggen Demak. 

"Kami sangat berharap buku yang diterbitkan ini bisa bermanfaat, memberi inovasi dan motivasi bagi kami, keluarga besar kami, baik Bani KH Muslih Abdurrahman maupun keluarga besar Bani KH Abdurrahman bin Qashidil Haqq dan bagi alumni dan para pembaca, amin", tegas Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak KH Muhammad Hanif Muslih yang juga anggota Mustasyar PWNU Jateng dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2020).

Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil, Mustasyar PWNU Jateng KH Muhammad Asyiq, KH Dr Achmad Darodji, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah Demak KH Dr Arif Cholil, Rois Syuriah PCNU Demak KH Zaenal Ma'shum turut hadir.

Menurut Kiai Hanif Muslih, biasanya acara haul diselenggarakan terbuka untuk umum yang dihadiri para santri, alumni, dan jemaah Thoriqoh serta masyarakat namun kali ini diselenggarakan secara terbatas. Ia berharap situasi semakin membaik sehingga dapat kembali normal seperti sediakala.

Dalam buku bunga rampai itu terdapat kata sambutan dari Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE, MM, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Drs Ahmad Luthfi, SH, S.St.,MM, Menteri Agama RI, H Fachrul Razi Kata Pengantar dari Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, Sambutan Rais Aam Syuriyah PBNU KH Miftachul Ahyar Abdul Ghoni.

Buku yang ditulis VII bab ini berisi tentang manaqib Mbah KH Muslih Mranggen sejak kelahiran, masa pendidikan dan pengalaman, gagasan dan pemikiran, aktivitas politik dan organisasi, bentengi NKRI Pasukan Hizbullah, hizb dan wirid, kitab-kitab karya Kyai Muslih, testimoni dzuriyah keluarga dan testimoni alumni pondok pesantren Futuhiyah, santri dan masyarakat.

Buku ini sangat penting untuk dibaca karena merupakan suri tauladan yang luar biasa dari seorang Mursyid Thoriqoh pendiri Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Al-Muktabaroh Annahdhiyah atau Jatman", tulis HM Muzamil di halaman 364.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar