Deretan Fakta Mengenai Pencairan Subsidi Gaji Pekerja

  Selasa, 15 September 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi subsidi gaji Rp600.000 (istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COm -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat hiingga 10 September 2020, penyaluran uang bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji senilai Rp1,2 juta untuk pekerja telah disalurkan kepada 5,2 juta orang. 

Kuota penyaluran tahap pertama ditransfer sebanyak 2,5 juta orang, tahap kedua 3 juta orang dan tahap ketiga 3,5 juta orang.

Diketahui, program subsidi gaji tersebut diberikan kepada pekerja swasta bergaji di bawah Rp5 juta sebesar Rp600.000. Skema bantuan Rp600.000 ini diberikan selama 4 bulan dan dibagi dalam 2 kali pencairan. 

Jika ditotal, setiap pekerja mendapat subsidi gaji senilai Rp1,2 juta dalam sekali pencairan dari total Rp2,4 juta yang akan diberikan.

Berikut fakta-fakta mengenai pencairan subsidi gaji pekerja :

1. Subsidi Upah Juga Bakal Diluncurkan untuk Pekerja Honorer

Kementerian Bidang Perekonomian sedang mendalami kemungkinan subsidi gaji untuk para pekerja honorer seperti instruksi Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto bahwa jumlah pekerja honorer yang mendapatkan subsidi gajimasih sedikit.

“Pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan (BLT), karena sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah mendapatkan bantuan melalui data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Airlangga dalam siaran pers virtual, Senin (14/9/2020).

Namun, Airlangga belum memberikan keterangan lebih lanjut tentang bagaimana penyaluran, kapan diluncurkan, dan beberapa besaran subsidi gaji untuk pekerja honorer tersebut. 

“Bantuan akan diarahkan untuk seluruh tenaga honorer. Namun, kami sedang siapkan program dan detailnya,” ungkapnya.

AYO BACA : 4 Penyebab Transferan Subsidi Gaji Belum Masuk Rekening

Jumlah pegawai honorer di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun lalu mencapaii 4,286 juta orang. Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sekitar 70% dari karyawan honorer itu bekerja di pemerintahan daerah.

Awalnya, pegawai honorer atau karyawan non-ASN di lembaga negara juga tidak masuk dalam kriteria penerima BLT yang kemudian disebut BSU. Namun, pemerintah memperluas cakupan calon penerima bantuan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan tersebut.

2. Tahap 1 dan Tahap 2 subsidi gaji Sudah Mencapai 95,4%

Data Kemenaker hingga 10 September 2020 mencatat penyaluran subsidi upah tahap perttama dan kedua untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta telah tersalurkan ke 5,24 juta orang atau 95,4% dari 5,5 juta orang.

“Proses pencairan terus dipercepat. Namun, tetap harus melalui proses cek dan ricek agar tidak terjadi kesalahan data penerima sehingga program bantuan subsidi upah ini tepat sasaran,” kata Kepala Biro Humas Kemenaker, Soes Hindharno, dalam keterangan resminya, Minggu (13/9/2020).

Rincian dari yang sudah tersalurkan untuk subsidi gaji yaitu penyaluran tahap pertama mencapai 2,4 juta orang atau 99,17% dari total penerima 2,5 juta orang. Sementara itu, 2,7 juta orang atau 92,30% dari total penerima tahap kedua sebanyak 3 juta orang.

3. Penyaluran Subsidi Gaji Tahap 3 Lebih Lama

Terkait pencairan tahap ketiga yang menjaring 3,5 juta orang, Soes mengatakan Kemenaker membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan pemeriksaan ulang data atau checklist karena jumlah yang lebih besar dibandingkan tahap pertama dan tahap kedua.

“Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) kami gunakan 4 hari kerja itu secara maksimal untuk lakukan cek dan ricek data pekerja yang diserahkan BPJamsostek pada Selasa, 8 September 2020,” kata Soes.

Setelah melakukan pemeriksaan ulang, maka Kemenaker akan menyerahkan data tersebut ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang menyalurkan uang subsidi gaji tahap ketiga kepada bank penyalur Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

AYO BACA : Kematian Akibat Covid-19 di Jateng Turun, Ganjar Tetap Minta RS Kerja Keras

Lalu, bank-bank Himbara akan menyalurkan subsidi upah sebesar Rp1,2 juta ke rekening calon penerima, baik yang di bank milik negara maupun swasta.

4. BPJamsostek Kantongi 14,5 Juta Rekening Calon Penerima

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto, menyebutkan sebanyak 14,5 juta rekening terdaftar sebagai calon penerima subsidi gaji dari Kemenaker. Data itu berdasarkan perhitungan BPJamsostek per 8 September 2020.

Dari data tersebut, secara otomatis sistem melakukan validasi dengan sistem di perbankan. 

“Validasi itu meliputi kecocokan nomor rekening, nama yang ada di BPJamsostek dengan yang tercatat di bank,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020).

Dia menjelaskan, dari 14,5 juta rekening, sebanyanyak 14,3 juta di antaranya terverifikasi pihak perbankan. Kemudian, ada sekira 200 ribu nomor rekening yang masih dalam proses validasi dan 19 ribu lainnya tidak valid.

“Data yang tidak valid dikembalikan kepada pemberi kerja untuk dilakukan koreksi. Kemudian dari 14,3 juta ini kita lakukan validasi yang berdasarkan kriteria Permenaker,” ujarnya.

5. Subsidi Gaji Diperpanjang Hingga 2021

Pemerintah bakal melanjutkan kembali program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan. Salah satu program yang akan ada lagi pada 2021 adalah program subsidi upah.

“Bantuan untuk subsidi upah. Itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan (22021),” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (7/9/2020) lalu. (Aini Tartinia)

 

AYO BACA : Daftar Sebaran Data Calon Penerima Subsidi Gaji di Indonesia, Jateng Capai 702.531 Orang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar