Pandemi, Penjual Love Bird Pasar Karimata Turun Omset 50%

  Rabu, 16 September 2020   Vedyana Ardyansah
Salah satu penjual Burung Love Bird di Pasar Karimata saat menata dagangannya (Ayosemarang.com/Vedyana)

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG -- Masih mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, berdampak pada turunnya penjualan pedagang burung di Pasar Burung Karimata, Jalan RA Kartini, Rejosari, Semarang Timur.

Penurunan omset penjualan juga dirasakan Wahyu Wantoro, salah satu penjual burung Love Bird. Menurutnya, penurunan omset dagangannya mencapai 50%.

AYO BACA : Lurah Rejosari Tegaskan Tak Ada Pedagang Pasar Karimata Positif Covid-19

"Kalau penurunan sejak awal pandemi sudah terasa mas. Agak bingung juga karena sepi. Bahkan awal-awal pandemi pengunjung bisa dihitung jari saja," ujarnya saat ditemui Ayosemarang.com, Rabu (16/9/2020).

Wahyu menambahkan, jika sebelum pandemi dirinya mampu menjual kurang lebih 20 sampai 25 burung love bird segala jenis. Mulai Love bird sayur, pastel, biru, dan lainnya.

AYO BACA : Sabar, Subsidi Gaji Tahap 3 Mulai Cair Besok

"Kalau sekarang paling kurang lebih 10 burung mas. Tapi yang namanya dagang, kadang rame kadang sepi. Soalnya pandemi ini, para bakul dari luar kota bahkan luar pulau jarang kemari. Jadi omset menurun," imbuhnya.

Harga jual sendiri, Wahyu mematok harga burung dagangannya di harga kisaran Rp40.000. Menurutnya harga tersebut sudah disesuaikan dengan perawatan dan pakan burung.

"Harga paka  juga naik mas. Untuk perawatan burung tentu jadi perhatian. Kalau harga pakan naik, ya kadang kita naikkan harga burung. Untuk nutup pakannya tadi," ungkapnya.

 

AYO BACA : Pedagang Pasar Karimata Tak Yakin Virus Corona Menular dari Kalong


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar