Piye to Iki, 5 Perempuan di Semarang Berkelahi Rebutan Laki-laki

  Rabu, 16 September 2020   Adib Auliawan Herlambang
Tangkapan layar perkelahian antar perempuan. (Instagram/@Portalsemarang)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Video perkelahian sejumlah perempuan di sekitar jembatan Mberok Jalan Mpu Tantular, Kota Semarang, viral di media sosial. Perkelahian tersebut diduga saling berebut laki-laki. 

Di dalam vidieo yang diunggah akun Instagram @portalsemarang tersebut terlihat 2 laki-laki yang sedang berusaha untuk meredakan perkelahian tersebut.

Karena jumlahnya tak sebanding, perkelahian antar perempuan tersebut yang jumlahnya sekitar 5 orang akhirnya tak terhentikan. 

Warganet memberikan komentar atas peristiwa tersebut. 

AYO BACA : Razia Tim New Elang Pergoki Pesta Miras dan Waria

"Terinspirasi dari Bu tedjo," tulis akun @pandora70557. 

Kemudian akun @atik_welynest juga menanyakan, perkalihan itu memperebutkan siapa.

"Do rebutan joko po dudo nduk, (pada rebutan perjaka apa duda?)," tulisnya.

Perkelahian baru berhenti ketika Tim Remob Elang Utara datang setelah mendapatkan laporan. Setelah perkelahian itu, beberapa  wajah perempuan yang terlibat perkelahian ada yang terluka, bahkan hingga berdarah. 

AYO BACA : Pandemi, Penjual Love Bird Pasar Karimata Turun Omset 50%

Katim Resmob Elang Utara, Aiptu Agus Supriyanto mengatakan, memang benar ada perkelahian antara perempuan yang jumlahnya sekitar 6 perempuan yang diduga karena rebutan laki-laki. 

"Setahu saya karena rebutan laki-laki. Soal rebutan pelanggan saya belum tahu," jelasnya, seperti dilansir Suara.com, Rabu (16/9/2020). 

Setibanya di lokasi, Resmob Elang Utara langsung  melerai dan mengamankan perempuan yang terlibat saling pukul. Setelah itu, sekitar enam orang dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. 

"Setelah kita tiba, langsung berusaha melerai. Namun beberapa perempuan itu sudah mengalami luka-luka," ucapnya.

Untuk saat ini, perempuan yang terlibat perkelahian sudah didata untuk membuat surat pernyataan. Setelah itu mereka diperbolehkan pulang oleh polisi. 

"Setelah didata dan membuat surat pernyataan, mereka diperbolehkan pulang," ujarnya. 

AYO BACA : Yuk, Kenalan dengan Bahasa Gaul Khas Semarangan


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar