Arab Buka Penerbangan Kembali, Begini Tanggapan Amphuri Jateng

  Rabu, 16 September 2020   Vedyana Ardyansah
Ilustrasi cuaca atau suhu panas ekstrem di Mekkah, Arab Saudi, saat jemaah melakukan ibadah haji/umrah. (Shutterstock)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Adanya kabar keputusan Kerajaan Arab Saudi yang membuka kembali penerbangan udaranya, mendapat respon dari sejumlah pihak. Salah satunya, biro travel dari Jawa Tengah.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Amphuri) Jateng, Endro Dwi Cahyono mengatakan, per tanggal 15 September lalu, Kerajaan Arab Saudi sudah membuka penerbangan udaranya. Yang mana direncanakan per 1 Januari 2021 Kerajaan Arab Saudi akan membuka seluruh jalur transportasinya.

AYO BACA : Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah Mulai 2021

Mungkin saat ini baru tahap transportasi khusus Arab saja. Belum secara spesifik yang membahas umroh dan haji. Tapi adanya pembukaan penerbangan dari kerajaan Arab ini, sudah jadi tanda-tanda baik untuk selanjutnya untuk kegiatan umroh dan haji. Harapannya seperti itu, ujarnya saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Adanya kabar dibukanya kembali penerbangan di Arab Saudi, lanjut Endro, mendapat respons dari kalangan masyarakat. Ia menambahkan, saat ini banyak masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut ke biro travel haji dan umroh.

AYO BACA : Umrah Dihentikan Sementara, Biro Perjalanan Rugi Hingga Rp2,5 triliun

Emang ada peningkatan, banyak warga yang datang ke kantor biro travel. Ada juga yang tanya lewat telepon, medsos maupun WhatsApp Grup terkait perjalanan haji dan umroh, imbuhnya.

Endro menerangkan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk membuka pendaftaran umrah secara resmi di tiap daerah. 

Kita masih menunggu keputusan dari Kemenag. Karena selama pandemi ini biro travel umroh memang tidak diperbolehkan menerima booking untuk kegiatan umroh, ucapnya.

Ditanya kerugian biro travel umroh dan haji, Endro menerangkan pihaknya belum memgetahui secara pasti kerugian yang dialami biro travel di Jateng.

Sejak Maret-September memang ada penghentian perjalan ibadah haji dan umroh, kalau dihitung estimasi kerugian, paling tidak ya kita dapat pemasukanlah untuk menjaga karyawan tetap bisa bekerja. Kalau soal akomodasi, dari pihak Arab semuanya tidak boleh direfund tapi hanya dijadwal ulang, katanya.

AYO BACA : Pemerintah Indonesia Tegaskan Tetap Tak Kirim Jemaah Haji


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar