Pilkada 2020, Kampanye di Medsos Hanya Boleh Pakai 10 Akun Resmi

  Rabu, 16 September 2020   Abdul Arif
Pilkada serentak 2020. (dok)

PALEMBANG, AYOSEMARANG.COM -- Peserta Pilkada 2020 hanya boleh menggunakan 10 akun media sosial resmi untuk kampanye. Demikian kata Komisioner Bawaslu Sumsel, Junaidi saat dihubungi belum lama ini.

Ia mengatakan pihak Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) hanya akan mengawasi akun-akun resmi milik para calon kepala daerah. Akun-akun tersebut terlebih dahulu harus dilaporkan kepada penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Peraturan yang baru belum ada, maka dasarnya peraturan sebelumnya. Pengawasan dilakukan pada mesia sosial kampanye para calon,” ujar dia kepada suarasumsel.id.

AYO BACA : Deltomed Laboratories Donasikan 300.000 Kaplet Imugard ke Satgas Penanganan Covid-19

Dengan adanya batasan ini, maka Bawaslu tidak akan melakukan pengawasan pada akun-akun lainnya yang bukan merupakan akun resmi para calon kepala daerah.

Junaidi juga mengatakan kampanye yang dilakukan para pendukung dapat saja dilakukan dengan memenuhi peraturan yang berlaku.

“Bisa saja lebih dari 10 akun itu, tapi pengawasan tetap hanya pada akun resmi yang dilakukan,” terangnya.

AYO BACA : Arab Buka Penerbangan Kembali, Begini Tanggapan Amphuri Jateng

Jika pun terjadi permasalahan hukum, para pihak yang dirugikan bisa menempuh jalur hukum.

Misalnya ia mencontohkan terdapat pasangan calon yang merasa dirugikan atas keberadaan media sosial pasangan lainnya, namun bukan menjadi akun resmi, maka bisa tempuh jalur hukum.

“Pengalaman Pilkada sebelumnya juga banyak yang tersangkut hukum, dan ada yang dipenjara,” sambung ia.

Karena itu, ia mengingatkan agar para pendukung dan calon agar dapat berkampanye dengan sebaik-baiknya pada akun mereka. Pihak kepolisian sebagai penegak hukum dalam pemilihan tentu akan memproses seluruh pengaduan pihak yang dirugikan.

“Jika bukan akun resmi, ranahnya bisa kepolisian,” ucap ia.

Pelaporan mengenai akun resmi dilakukan usai tahapan penetapan para calon atau masuk pada tahapan kampanye.

AYO BACA : Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Kota Semarang Jalani Rapid Test


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar